twitter
rss



Sutomo, 03 Juli 2014
Ada banyak hal yang kualami bersama dengan Tuhan. Pertolongan dan tuntunan yang begitu nyata dalam hidupku. Pada bulan Mei, penantianku berakhir untuk sebuah kesempatan mendapatkan beasiswa ke Taiwan. Aku dinyatakan tidak lulus. Tidak sedikitpun kesedihan merasuki hatiku, karena jujur saja, aku lebih siap untuk tidak lulus dibandingkan harus menjalani pendidikan disana dengan jurusan yang aku ambil tersebut. Aku bersyukur Tuhan menutup jalanku kesana, sehingga aku kembali ditegur untuk setia menggumulkan panggilan hidupku. Kuakui banyak sekali mujizat yang Tuhan nyatakan kepadaku dalam persiapan beasiswa tersebut mulai Oktober-April, aku belajar banyak hal baru, menambah pengalaman, belajar karakter orang-orang di sekitarku, dan melihat dengan nyata orang-orang yang dengan tulus mau menolongku dan mengasihiku. Mereka sangat sweet, percaya padaku dan aku merasakan kasih persekutuan dari mereka semua. Banyak pelajaran yang kuambil. Mungkin ini adalah bagian dari proses yang Tuhan rencanakan bagiku, untuk mengajarkanku sesuatu yang suatu saat akan kusadari manfaatnya.Aku bahkan melalui banyak masa meratap kepada Allah, salah satunya dalam postingan masa meratap kepada Allah , masa dimana aku banyak bertanya mengenai kehendakNya, masa pergolakan emosional dalam diriku, masa-masa mengalami iman dan mujizat masalah dana, ah sungguh terlalu panjang untuk diceritakan.

          Mei, di bulan itu, setelah menerima pengumuman beasiswa, juga masa di mana aku menetralkan hatiku dari kegalauan karena kedekatanku dengan sebut saja A menurutku tidak dapat dilanjutkan. Aku berdoa meminta petunjuk dari Tuhan, apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki. Amazing, Tuhan meneguhkan hatiku untuk tidak lagi mengharapkan apa-apa dari kedekatan ini. Tuhan tidak menginginkan semua ini dilanjutkan, Tuhan menunjukkannya dengan restu yang tidak diberikan orang tua dan perubahan sikapnya yang tidak dewasa. Setelah meyakini konfirmasi dari Tuhan, aku lega, tenang, tidak lagi memikirkan pendekatan kami yang harus berakhir. Aku semakin melihat bagaimana dirinya dan perjuanganku selama ini untuk menerima dia apa adanya dan menanti perubahannya harus diakhiri. Tuhan menetapkan dia bukan sebagai teman hidupku, namun sebagai teman yang kehidupan rohaninya harus kuperhatikan dan kudoakan. Pada saat itu aku komitmen untuk memurnikan hati dari semua pria yang ada di sekitarku. Aku ingin mengosongkan hatiku dari siapapun. Dari A yang beberapa bulan ini dekat, dari B yang selama 3 tahun kemarin berhasil buat aku ga move on, dan dari C yang dijodoh-jodohin pemuda dengan hebohnya karena kami sangat sering bersama untuk mengerjakan skripsinya dan mengurusi orang lain(ntah kenapa sering bersama untuk urusan yang berhubungan dengan orang lain). Aku ingin memurnikan hatiku sehingga aku dapat tenang dan berdoa dengan setia untuk seorang teman hidup dari Tuhan. Aku ingin focus mempersiapkan diriku menjadi seorang wanita yang siap mendampingi pria yang saleh itu, walau aku tidak tau siapa dia saat ini. Aku sangat ditolong oleh buku “When God Writes Your Love Story”. Aku diingatkan untuk terus menjaga kekudusan hidupku dalam penantianku, mempersiapkan diri dengan baik dalam banyak aspek. Aku membuat beberapa proyek ketaatan yang akan kukerjakan di bulan Juni, walaupun setelah kuevaluasi aku hanya sanggup mengerjakannya di awal hahaha..

Hampir kelupaan, aku mulai mencari pekerjaan karena aku ga lulus beasiswa. Satu sisi aku merasa telah menyiakan waktu, satu sisi aku menyadari ini adalah cara Tuhan untuk mempersiapkanku dengan baik. Aku belajar lagi tentang visi pribadi, melalui banyak hal Tuhan bukakan kepadaku bagian apa yang harus kukerjakan. Karena jujur saja, aku tiba pada keadaan blank, ga tau mau kerjain apa. Kembali melihat lowongan NGO, hampir setahun ini aku tidak menemukan NGO yang cocok untuk kumasuki. Sementara aku masih ingin berada di Medan. Satu persatu Tuhan singkapkan rencanaNya.
Dia menutup jalanku memasuki NGO. Lowongan yang banyak malah lowongan untuk HRD, sungguh aku kurang berminat. Tapi aku mengirim ogah-ogahan lamaran online sebagai trainer dan hrd, menutupi rasa bersalah pada orang tua karena belum juga melamar pekerjaan. Aku terus berdoa meminta Tuhan menjawab doaku untuk memurnikan hatiku dan untuk sebuah visi dan pekerjaan.

                Memasuki bulan Juni, satu persatu Tuhan menjawab doaku dengan caraNya. Dan aku benar-benar menyaksikan betapa tingginya selera humor Tuhan. Aku tertawa dan dengan santai mengikuti saja caraNya Tuhan menjawab semuanya. Hari itu, masih akhir Mei, aku dapat kabar kalau tiba2 si B pulang kampung. Wow, uda 5 tahun ga pulang…………….dengan cara Tuhan dia harus pulang karena ada insiden yang menyebabkan keluarganya ga bisa lama-lama di Jogja waktu dia wisuda. Akhirnya pada tanggal 2 Juni 2014, aku dapat kesempatan menyelesaikan semuanya dengan dia. Tuhan sangat baik dan waktuNya sungguh tepat. Aku ingat postingan The art of waiting , masa-masa dimana aku berlatih percaya akan janji Tuhan, dengan seni menunggu yang penuh ketidakpastian namun tetap memiliki harapan di dalamNya. Kami sepakat bertemu di ayam penyet Djoko Solo, tapi ga jadi. Akhirnya kami harus ketemu di kosan D (adiknya) di kosanku dulu yang sekarang jadi kamar adiknya. Serius, itu tempat nostalgia pake banget. Di kosan itu dulu dia izin mau UM UGM, di kosan itu aku mulai mendoakan dia, menerima dia sebagai pacar, banyak berdoa dan menangis untuk dia. Banyakkkk sekali kenangan yang muncul pada saat itu. Sungguh aku heran dengan cara Tuhan. Kenapa harus ditempat itu?sakit Tuhan..apalagi ternyata kami harus ngobrol di kamar D yang dulunya adalah kamarku. Saksi bisu untuk semua kisah LDR kami, kisah bahagia dan sedih semuanya aku lalui disana. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana rasanya pada hari itu. Tapi aku bisa dengan santai melalui semuanya, aku ngobrol seperti biasa tanpa terkesan menyimpan luka lama yang sudah menahun. Walaupun singkat, kami akhirnya membicarakan kembali hubungan kami dahulu, menyelesaikan semuanya dengan baik. Aku bersyukur untuk ka E dan temanku F di tempat itu, yang merupakan kk rohani dan sahabat kami, yang mengetahui semua perjalanan yang kami lalui. Pada akhirnya hal yang kudoakan dan kutunggu bertahun-tahun dijawab oleh Tuhan,lagi-lagi Tuhan membuktikan jaminan jawaban doa dengan caraNya, pada waktuNya. Aku senang, tenang, dan tidak memikirkan hal itu lagi. Satu kasus lagi selesai Tuhan. Aku sudah dapat memurnikan hatiku dari A dan B. Bagaimana dengan C yang setiap hari dicie-ciein dan dijodoh-jodohin hampir semua pemuda? Ah, pokoknya aku mau memurnikan hati!! Selalu begitu jawabku kepada mereka. Aku sedang netral kepadanya, aku menganggapnya sahabat yang baik dan kukasihi dengan tulus. Aku ingin dia segera menyelesaikan pertandingannya, aku ingin dia bangga pada dirinya sendiri, tidak minder dan berani menatap masa depan bersama Tuhan. Sering sekali aku berdoa sampai menangis di hadapan Tuhan untuk dirinya, untuk dia yang begitu baik dan sangat kukasihi sebagai sahabatku. Mengerang dan meratap kepada Tuhan untuk memulihkan hatinya, memanajemen pikirannya dan fokus untuk pertandingannya.

         Sebenarnya di bulan Juni kami makin jarang bersama, aku juga tidak menyadari dan mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi. Yang aku tau dia yang menghindariku, mungkin aku terlalu cerewet dan merepeeeet aja kerjaan ama dia. Semua orang berharap aku banyak membantu skripsinya, mau gimana aku pun udah harus sibuk mencari pekerjaan, karena menurutku sudah waktunya. Mungkin aku memang ga bisa menunggu dia selesaikan skripsinya dulu, sudah begitu lama. Sebelumnya aku rindu dia sidang barulah aku bekerja, makanya aku kasi target Juni tahun ini. Seiring dengan seringnya aku bersama C, dari hasil sharing dan diskusi kami, aku menemukan sesuatu dalam diriku(sebenarnya ini udah dari bulan Mei). Maaf ini bukan mengenai perasaan.hahaha..aku merasa aku harus mengupgrade lagi kemampuan konselingku. Aku sering merasa gagal menjadi pendengar yang baik untuk dia, sehingga aku kurang memahami apa yang menjadi masalahnya, bagaimana perasaannya,apa yang menjadi beban terberat dalam pikirannya. Sering sekali aku menyela, memberi nasihat, memarahinya, padahal aku belum selesai mendengarkannya dengan baik. Aku kembali merenungkan apa motivasi awalku masuk Psikologi, kembali mengevaluasi hidupku selama ini, hal apa yang Tuhan bentuk dalam diriku, pengalaman2 yang aku yakini Tuhan adakan untuk mempersiapkanku mengerjakan panggilan pribadiku. Aku tersadar, aku terbiasa menjadi tempat berbagi orang lain, prinsipku dari dulu “sharing is caring” (pernah aku posting sharing is caring , pada saat aku sedang bergumul dengan perananku sebagai "konselor" bagi orang di sekitarku, tanpa kusadari itu proses pembentukan Tuhan dalam hidupku).. Aku mengingat mungkin udah ratusan orang menjadi “klien” gratisku selama ini. Ga peduli lagi sedih senang aku suka mendengarkan mereka, berbagi banyak hal dan kondisi mereka. Berbicara memang udah hobiku. Hhaa..

Ditambah lagi pada bulan Mei, adalah hari turunnya Roh Kudus, di gereja, ibadah2, saat teduh, dan lainnya, banyak membukakan mengenai Roh Kudus, peranannya, dan paling khusus mengingatkanku akan karunia. Aku kembali mengevaluasi, karunia yang aku miliki. Dan aku meyakini bahwa karunia tersebut merupakan “alat” yang Tuhan ingin kita gunakan secara maksimal dalam mengerjakan panggilan hidup. Akhirnya aku semakin dikuatkan, karena karunia yang kumiliki adalah berbicara dengan hikmat. Kemudian aku baca status ka Herna, intinya pengalaman yang kita alami adalah cara Tuhan mempersiapkan kita mengerjakan visi. Wow,sungguh dikuatkan lagi. Aku juga khotbah dengan thema beranjak dari zona nyaman, dan aku diingatkan untuk keluar dari zona nyaman selama ini, baik dalam harapan pekerjaan, lebih meyakini cara Tuhan menuntun.
                Akhirnya aku menyimpulkan semuanya, aku terpanggil menjadi seorang konselor. Tapi dimana?
Aku berdoa meminta petunjuk dari Tuhan. Aku mau keluar dari zona nyamanku selama ini. Dan Tuhan tunjukkan cara. Aku teringat ke seorang kk senior yaitu ka Yani, yang menjadi konselor sekolah di Bina Nusantara, yang pada akhirnya aku tahu nama divisinya Solusi Talent Development. Aku banyak berbagi dengan ka Yani. Ternyata ka Yani mau resign dan mereka jadi butuh konselor baru. Kebetulan mereka butuh tester selama beberapa hari, jadi aku juga ikut sebagai tester dan korektor (Aku ingat tahun lalu gaji pertamaku sebagai tester kubelikan baju sebagai kado ulang tahun C, ga dipake karena kebesaran LOL. Gaji tahun ini juga sebagian dipakai untuk beli kado ultah dia,semoga yg ini berguna walau ga yakin). Aku doakan dan memutuskan mengirim lamaran kesana juga ke sekolah Y yang juga buka penerimaan guru BK. Kamis, 19 Juni 2014 (Ultah C), aku pertama kali mengikuti psikotes untuk bekerja, di Binus. Jum’at mendapat telp dari Binus juga sekolah Y, untuk interview di Sabtu.. wew, dua interview sekaligus. Tempatnya jauh banget lagi, dan ga ada yang bisa antar aku.
                Akhirnya nekat pergi sendiri, dan optimis pasti diterima di salah satu…ahahha..ternyata di sekolah Y diterima sebagai BP,bukan BK. Karena masih memiliki kemungkinan untuk konseling, aku terima. Uda dekat ama kepsek dan uda berdoa tadi pas masuk gerbang. Eh eh eh, pas cerita ama yayasan ga oke, gajinya ga nahan bok..hiks, ga sanggup la aku dengan gaji segitu.. memang gaji bukan yang utama, tapi klo miris to the max ya ga juga kan.. lagian bukan jadi konselor seperti yang kudoakan, karena konselor mereka baru terima kontrak dengan Binus ternyata. Oh, sedih itu pasti.. pas permisi dari kepsek dan keluar gerbang rasanya nyesek. Tapi aku berusaha optimis aja, masih ada interview untuk Binus. Sampai disana tercengang, banyak senior,junior,dari kampus lain, yang interview dan psikotes. Wew, apa mungkin aku diterima disini? Banyak saingannya. Tapi ntah kenapa tetap yakin bahwa Tuhan yang menuntunku kesini, dan Dia pasti akan berikan aku kesempatan Ini. Bener aja,siap interview aku pulang. Malamnya ka Yani bbm , katanya aku yang diterima. Tapi ditempatkan di sekolah Y. Asli ngakak, kekeh,guling2. Tuhan punya selera humor yang tinggi. Aduh rencana apasih yang sedang Tuhan buat untukku? Aku diisi kembali dalam seminar perkantas besoknya, themanya“ Kingdom Calling”, semakin diteguhkan dan dipersiapkan memasuki dunia pekerjaan. Semuanya serasa begitu tepat waktu.
Seninnya aku interview via skype dengan pak Ar**,pimpinan, abis dikhotbahin sama bapak. Di akhir interview aku nanya: “Jadi saya diterima atau tidak pak?” bapak menjawab: “Jika Tuhan sudah mengutus kamu ke perusahaan ini dengan hati yang murni, siapalah saya Ar**, tidak menerima kamu disini”. Wow,aku terharu,mewek. Aku benar2 merasakan tuntunan Tuhan dalam perjalanan ini, indah sekali..Akhirnya aku mulai bekerja di STD, sebagai konselor sekolah mulai tanggal 25 Juni 2014.
Ternyata humornya Tuhan ga sampai disitu aja. Ternyata aku diarahkan kesana kemarin, justru supaya aku ga ditempatkan disana. Nah lo?? Pihak yayasan sekolah Y jadi tau klo konselor yang akan ditempatkan di sekolah mereka belum berpengalaman, dan mungkin pihak yayasan uda agak kesal samaku karena menolak mereka kemarin. Yaudah, aku ga jadi ditempatkan disana. Aku ga masalah, kemanapun aku siapkan hati. Aku percaya ko apapun itu smua adalah rancangan Tuhan. Dan sejauh ini aku ditempatkan di sekolah Z,swasta terbaik di Medan menurut versiku, masi degdegan karena pihak yayasan belum konfirmasi aku diterima atau ga.. semoga diterima. Klo Tuhan menghendakiku disini, pasti diterima ko.. percaya sama Tuhan. Tapi ga ngerti juga kenapa harus ke sekolah elit begini, padahal selama ini merasa terpanggil ke orang miskin. Kita liat aja maunya Tuhan itu gimana, aku ngikut ajala ya Tuhan.
Sejauh ini yang aku liat, aku menikmati, kakak2 disini mau mengajariku banyak hal, ga dituntut langsung mandiri. Menyenangkanlah sejauh ini. Baru tau juga perusahaan ini basicnya pembinaan Kristiani, banyak buku rohani di perpustakaan, kita juga bekerja diarahkan untuk tetap melayani Tuhan melalui pekerjaan kita. Semoga semakin menikmati disini. Awalnya masi dilema pengen coba PNS dan beasiswa Taiwan, namun melihat tuntunan Tuhan yang begitu jelas, aku mengurungkan niatku itu. Aku yakin, Tuhan menuntunku sejauh ini bukan untuk langsung ditinggalkan begitu saja. Aku mau taat dan menjalani dengan baik

Berhubung tulisan ini lama menjadi draft, jadi uda banyak perkembangannya. Pertanggal 10 Juli 2014 aku resmi menjadi konselor di sekolah Z ini. Setelah disetujui oleh kepala sekolah, wakasek, dan dua orang bapak dan ibu yayasan. Puji Tuhan. Selamat mengabdikan diri, mari menolong para remaja memahami tujuan hidup dan menemukan panggilannya masing-masing. Nantikan tulisan saya selanjutnya,kalau amburadul harap maklum..yang penting intinya sampai haha..bisa paham kan isi tulisannya?fufufufuf...
Ini masih awal dari semuanya, aku percaya Tuhan masih menginginkanku terus berdoa dan bertanya, bagaimana dengan mimpi dan harapanku selama ini berhubungan dengan lansia, kemiskinan, NGO,dan lainnya. Kita lihat saja skenario Allah, yang pasti saat ini aku meyakini Tuhan menuntunku kesini, sejauh ini, dan Dia memiliki rencana untukku disini..:)Terus menguji dan berdoa..
GBUs

0 comments: