twitter
rss

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sorry to say, ini postingan uda mandek di draft berbulan-bulan. Sejak kerja dan kuliah benar-benar terkuras waktu dan tenaga, ga sempat nge-blog..huhuhu

Selama beberapa bulan berada di Jakarta, salah satu beban besarku adalah mencari pekerjaan yang sesuai. Ada banyak faktor yang membuatku mempertimbangkan sebuah pekerjaan, antara lain kesesuain dengan latarbelakang pendidikan, kesesuain dengan panggilan hidup, kesesuaian dengan jadwal kuliah nantinya dan kesesuaian salary tentunya. Banyangin saja, mau cari kerjaan tanpa membubuhi berbagai macam syarat saja susah, nah saya kepedean banget  bikin banyak syarat untuk pekerjaan saya nantinya.

Sebenarnya bukan tanpa alasan, tapi jujur aja saya lagi galau berat masa itu. Ada banyak ketidakpastian yang harus saya lalui. Boleh baca di posingan ini Masa galau .Tujuan utama saya berangkat ke Jakarta adalah studi lanjut, namun studi lanjut tersebut akan dimulai dari bulan Januari, sementara Agustus saya sudah berada di Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang cukup mahal tentu saya harus bekerja, karena prinsip saya sangat teguh untuk tidak meminta uang dari orangtua. Namun pekerjaan apa yang dapat saya lakukan dalam masa 4 bulan? Kalau harus resign, rasanya tidak bertanggungjawab. Tapi kalau tidak resign, rasanya sulit bekerja sembari kuliah. Saya memang aktif mengelola online shop, namun hasilnya belum

Aku ga ingat tanggal tepatnya pertama kali menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadiku, antara 23 atau 30 Juli 2005, yang pasti momen itu terjadi ketika Persekutuan Siswa Kristen (PSK) SMA N 4 Pematangsiantar mengadakan kebaktian awal tahun ajaran untuk menyambut siswa-siswa baru yang selalu dipergunakan sebagai kesempatan untuk menjangkau siswa baru dan lama untuk ditantang mengikut Yesus.

Hari itu sangat istimewa, menyadari benar akan keberdosaan diri dan betapa aku membutuhkan Dia sebagai penyelamatku. Tak terasa, hari itu berlalu 10 tahun yang lalu, yang artinya sudah 10 tahun aku mengenal Dia secara pribadi dan memahami makna hidup yang sebenarnya.

Kalau aku merenungkan kembali perjalanan kehidupan rohaniku selama 10 tahun ini. memang luar biasa Tuhan menyatakan rencanaNya bagiku. Banyak berkat yang dirasakan, pengalaman rohani yang indah bersama saudara seiman dan dengan Dia sendiri, sangat menikmati bagaimana rasanya dicintai dengan murni dan tulus, merasa sangat berharga, banyaknya perubahan hidup yang dirasakan baik dalam karakter dan pandangan hidup. Sedikit demi sedikit Tuhan membukakan rencanaNya atas hidupku, aku berharga dimataNya, fakta itu selalu menghangatkan hatiku bahkan di situasi apapun yang sedang terjadi. 

Selama mengenal Dia, bukan berarti hidupku selalu baik saja dan tidak ada tantangan, banyak sekali tantangan yang dihadapi. Tetapi semua dapat dijalani dengan baik karena ada Dia yang senantiasa menyertai. Semua masalah yang ada dipandang sebagai bagian dari pembentukan iman kepada Tuhan, belajar untuk memikul salib dan bayar harga dalam masa berjuang untuk hidup benar dan menyenangkan Tuhan.

Aku menyadari bahwa Tuhan merancang hidupku dengan sempurna, namun tak jarang kekhawatiran akan masa depan menghantui dan mengganggu ketenangan jiwa. Namun ketika mengingat kembali kasih setia Tuhan, mustahil rasanya Dia menyertaiku sejauh perjalananku kalau Ia berencana meninggalkanku suatu saat nanti. Dengan menyadari itu, selalu kembali dikuatkan untuk melangkah, mempercayai tuntunannNya dan terus berjalan perlahan sembari mendengar suaraNya untuk langkah selanjutnya.

"Lebih baik merangkak menuju rencana Allah, daripada berlari namun menjauh dari rencanaNya", itulah prinsip yang kupegang dalam hidupku. Mungkin ada banyak cara berpikir dan cara pandangku yang sulit dipahami orang lain, ada banyak keputusan yang dianggap aneh, namun percaya bahwa pilihan yang sudah didiskusikan dengan Dia adalah yang terbaik, cepat atau lambat orang lain akan memahaminya. Yang pasti hatiku dan langkahku selalu mengarah kepada petunjuk dan tuntunanNya.

Tuhan Yesusku, anakMu yang kecil ini sudah berjalan sejauh ini, Aku memang mengenalMu secara utuh dalam 10 tahun ini, namun aku bersyukur sepanjang usiaku Engkau senantiasa memperkenalkan diriMu melalui orang tua, sekolah minggu dan melalui banyak hal dalam hidupku. Selidikilah hatiku, apakah ku sungguh mengasihiMu? Apakah Engkau dipuaskan dengan hidupku ini?

Dalam perjalanan 10 tahun bersama dengan Yesus, ada banyak pilihan-pilihan hidup yang sesuai

Amsal 6:9-10 ; Yesaya 40:31
Zona nyaman menurut Alasdair White adalah aktivitas mental dimana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku yang menciptakan performa yang stabil dan biasanya diikuti perasaaan menghindari resiko.
Zona juga merupakan keadaan dimana perasaan kita tenang, tidak memiliki hambatan/tantangan yang cukup berat dan kita  merasa berada di titik aman.
Contoh zona nyaman adalah malas bangun pagi untuk saat teduh dan berdoa, di pekerjaan lebih memilih berbohong daripada harus berintegritas tapi jabatan terancam, di pelayanan tidak mau mengambil bagian di seksi karena takut sibuk dan capek.
Dari nats Amsal 6:9-10 kita bisa melihat bagaimana Firman Tuhan menegur kita untuk tidak terus berada dalam zona nyaman kita, kita melihat bahwa berbaring dan tidur diidentikkan dengan kemalasan, kemalasan identik dengan ketidakmauan melakukan sesuatu. Dan kemalasan itu juga merupakan zona nyaman bagi kita. Zona nyaman memang seringsekali menyenangkan dan kita sering tidak menyadari ada dampak yang kita alami ketika kita tidak mau beranjak dari zona nyaman kita.
Dalam hal membina hubungan pribadi dengan Tuhan, sering malas berdoa, malas bangun pagi untuk bersaat teduh, tanpa disadari kita kehilangan banyak kesempatan untuk menikmati waktu berdua dengan Allah, berdoa, merenungkan firmanNya, dan mendapat kesegaran baru menjalani kehidupan di dalam Tuhan. Juga seringkali zona nyaman kita dalam dunia maya dan kesibukan pribadi kita, membuat kita kehilangan komunikasi yang intim dengan keluarga kita.
Dalam pelayanan pemuda pun sering sekali kita kehilangan kesempatan untuk mengenal satu sama lain, mengembangkan talenta lebih baik, belajar banyak hal dari persekutuan, konflik satu sama lain yang memperkuat iman dan membentuk karakter kita, hanya karena kita tidak mau beranjak dari zona nyaman kita untuk mengikuti kegiatan pemuda secara aktif.
Salah satu zona nyaman yang sering sekali sulit untuk kita tinggalkan adalah dosa-dosa kesayangan

Setelah lama tersimpan di draft..mihihi..

Sejak awal bekerja disini bersama dengan seorang rekan kerja yang sudah dianggap sebagai kakak, aku dan beliau mendapati bahwa kami menyukai satu lagu yang sama. Bahkan kami menyepakati lagu ini sebagai lagu wajib kami sebagai konselor, yang akan terus mengingatkan kami melayani dengan hati yang murni, seperti emas. Dan aku ingat beberapa waktu pada saat itu Tuhan terus mengingatkanku mengenai kemurnian hati, melalui saat teduh, ibadah di gereja dan juga proses pembentukan melalui kesediaan diri memberikan pertolongan secara intens kepada seorang teman yang membutuhkan.

Purify my heart
Let me be as gold and precious silver
Purify my heart
Let me be as gold, pure gold

Refiner's fire
My heart's one desire
Is to be holy

Set apart for You, Lord
I choose to be holy
Set apart for You, my Master
Ready to do Your will

Purify my heart
Cleanse me from within
And make me holy

Purify my heart
Cleanse me from my sin
Deep within

Semakin hari kemurnian hatiku semakin diuji oleh Tuhan, aku menyadari itu karena aku yang memintanya, meminta supaya Tuhan terus melatihku untuk memurnikan hati. Sejujurnya aku merasa sangat berat, sangat sakit, aku ingin menangis sekeras-kerasnya ketika menuliskan ini.









You would be surprised with how many people in your life could be going through depression at this very moment.  People hide it like a paper bag over their heads out of fear of being judged, made fun of, seen as weak, or just not taken seriously.  Depression should not be taken lightly, it holds us down from our purpose and potential in life.  Those who tell you that it doesn’t exist have never experienced depression in their life, therefore not understanding the symptoms and how it’s something that cannot be fixed in a day!  So if you think you are depressed or if you think you know someone else who is, please talk to a friend, a family member, or anyone else in your life that you trust - never overlook the possibility of seeing a doctor for more professional help!!  Your feelings are real, your feelings are shared upon millions.  Don’t hide it, talk to someone about it.  With the right help, you can rediscover your confidence and begin life anew with our undying love and support!

We are right here!!


Tuhan memiliki rencana yang indah bagi hidupku, masa depanku dan segala sesuatu akan indah pada waktuNya.
Janji Tuhan diatas terus menerus aku kumandangkan di dalam hatiku dan meyakini bahwa janji itu pasti Tuhan tepati, karena Dia adalah Tuhan yang tidak pernah ingkar janji.
Bila aku renungkan lagi hidupku, aku menyadari bahwa Tuhan selalu baik bagiku, selalu memberikan yang kubutuhkan dan aku menyadari selama ini aku kurang memahami arti kata menunggu, karena jujur saja rasanya Tuhan selalu memberikan semuanya dengan segera. Walaupun aku harus menunggu, namun Tuhan selalu menjawabnya sebelum aku merasa bosan untuk menunggu.
Namun sangat terasa bagiku dalam tahun-tahun belakangan ini, ada satu hal yang Tuhan ajarkan kepadaku. Yaitu "The Art of Waiting".
Menunggu yang pertama adalah, ketika aku diajak berdoa bersama oleh seorang sahabat, kami

Sejak November 2012 aku memulai bisnis Online Shop, bermodalkan pengalaman dari kecil udah jualan kedai sampah di rumah, semasa kuliah juga jualan Shoppie Martin dan Oriflame, join MNI dll hahahha
Semua jenis MLM mau kucobain ya..ckkckc

Mau gimana, walaupun dulu aku selalu berkomitmen dalam hati (ceileh..), di masa depan aku ga bakalan mau jadi pedagang, jualan, dan apalah namanya.. Jujur aja aku selalu merasa terikat dengan semua itu, dari kecil. Aku jarang bisa main sepuas hati dengan teman-teman, walau jam mainku masih ada sih. Aku tumbuh menjadi anak rumahan yang selalu stand by jaga kios mamaku..TV, majalah, novel, buku cerita, lagu Westlife menemaniku selalu..Curcolnya kepanjangan tolong ya ^_~
Nah, ternyata yang namanya uda mendarah daging (?) ga bisa jauh2 juga dari yang namanya jualan. Kali ini beda, agak lebih keren, Online Shop :D

Awalnya sih karena mikir banget minta duit ke ortu, anak pertama cuy hari gini usia segini semester segini (umm...-___-) dengan kebutuhan keluarga sebegini dan penghasilan ortu sebegitu, jadilah aku memikirkan strategi dan taktik mencari uang yang lancar jaya dan tetap halal xD
Rezeki emang ga kemana, dan Tuhan emang baik sekali memberikan pertolongan indah pada waktunya..Cerita punya cerita dengan teman gereja yang mulai merambah dunia Online Shop, aku pun mulai nekat..Aku tercabar saudara,dia bisa kenapa aku ga bisa?
Bermodalkan nekat dan tidak punya modal duit sama sekali, dan berdoa ke Tuhan bener ga yah ini cara Tuhan menjawab kesulitan ekonomi yang kualami saat ini?



copy dari group..

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.