twitter
rss

Tampilkan postingan dengan label Cerita Hidupku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Hidupku. Tampilkan semua postingan

Unlock A New You.. Meminjam slogan dari BodyKey yang menurutku keren banget. Menjadi seseorang yang baru emang ga mudah, bahkan bisa dibilang sulit banget banget banget. Gimana nggak coba, bertahun-tahun hidup dengan pola yang sama, diulang setiap hari, sudah menjadi mindset yang berkarat, bahkan ga kepikiran tuh ada pola lain di luar kebiasaan yang kita jalani.
Terkadang kita butuh disadarkan oleh orang-orang di sekitar kita, seringnya sih orang-orang baru, berhubung ke orang-orang lama kita sudah imun, omongannya sudah masuk kiri keluar kanan a.k,a udah nggak ngeh gitu loh xD

Aku mengalami hal ini juga, bertahun-tahun dengan mindset yang ga berubah. Terutama dalam hal menjaga penampilan. Kalau dipikir-pikir dulu itu aku bener-bener cuek dan mengabaikan wajah, rambut, berat badan, semua berjalan apa adanya semau gue. Ampuuunnnn...Kalau ingat-ingat masa lalu suka heran dan malu sendiri. Suka nggak terima tuh kalau ada yang ingatin masalah kesehatan, penampilan, apalagi berat badan. Suka SENSI sendiri haha.. Tapi teteup nggak ada perubahan diri.


Ada beberapa pemikiran menyimpang yang kujaga dengan baik saat itu ,diantaranya:

Tampil sederhana dan apa adanya itu kebanggaan, alami ajahh, ngapain ribet?Inner Beauty ajah,,, #kibasrambut

Sorry to say, ini postingan uda mandek di draft berbulan-bulan. Sejak kerja dan kuliah benar-benar terkuras waktu dan tenaga, ga sempat nge-blog..huhuhu

Selama beberapa bulan berada di Jakarta, salah satu beban besarku adalah mencari pekerjaan yang sesuai. Ada banyak faktor yang membuatku mempertimbangkan sebuah pekerjaan, antara lain kesesuain dengan latarbelakang pendidikan, kesesuain dengan panggilan hidup, kesesuaian dengan jadwal kuliah nantinya dan kesesuaian salary tentunya. Banyangin saja, mau cari kerjaan tanpa membubuhi berbagai macam syarat saja susah, nah saya kepedean banget  bikin banyak syarat untuk pekerjaan saya nantinya.

Sebenarnya bukan tanpa alasan, tapi jujur aja saya lagi galau berat masa itu. Ada banyak ketidakpastian yang harus saya lalui. Boleh baca di posingan ini Masa galau .Tujuan utama saya berangkat ke Jakarta adalah studi lanjut, namun studi lanjut tersebut akan dimulai dari bulan Januari, sementara Agustus saya sudah berada di Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang cukup mahal tentu saya harus bekerja, karena prinsip saya sangat teguh untuk tidak meminta uang dari orangtua. Namun pekerjaan apa yang dapat saya lakukan dalam masa 4 bulan? Kalau harus resign, rasanya tidak bertanggungjawab. Tapi kalau tidak resign, rasanya sulit bekerja sembari kuliah. Saya memang aktif mengelola online shop, namun hasilnya belum

Baca-baca coretan di lappy, kayanya ga masalah kalau di post. Jadi teringat masa-masa penuh kegalauan beberapa bulan lalu. Di post berikutnya aku akan cerita pergumulan yang sudah dijawab Tuhan. :)

Jakarta, 16 Sep 2015

Aku berada di persimpangan yang membingungkan, apakah aku harus berjalan lurus, ataukah berbelok kekanan atau ke kiri. Seperti yang pernah aku tuliskan sebelumnya, April 2014 aku meyakini panggilan hidupku sebagai seorang konselor, dan di perjalanan sebagai seorang konselor sekolah aku meyakini panggilanku sebagai seorang konselor Kristen.
                Aku mengalami dan merasakan benar tuntunan Tuhan langkah demi langkah, karena Dia tidak memberikan kejelasan akan langkah yang terlalu jauh. Satu hal yang pasti, ketika aku terus berjalan sesuai kehendakNya, satu persatu jalan akan terbuka. Disinilah aku sekarang, di persimpangan jalan yang membingungkan ini. Ada banyak pilihan yang tersedia, semuanya menyenangkan dan kelihatan menggiurkan untuk digeluti. Namun aku tau ada beberapa hal yang harus aku prioritaskan saat ini, sementara menunda hal yang lainnya.
            Beberapa hal yang membingungkan antara lain:
1.      Bekerja
Aku menyadari benar bahwa aku butuh bekerja, untuk memberi buah dan mencukupkan diri dengan semua kebutuhan yang ada. Sebelumnya aku memfokuskan diri mencari pekerjaan di sekolah sebagai konselor sekolah. Aku melamar ke sekolah-sekolah dengan dasar pertimbangan pengalamanku sebagai konselor sekolah di Medan. Namun pintu seakan tertutup untuk hal ini. Sehingga aku kembali merenungkan mengapa dulunya aku melamar ke sekolah, aku ingat alasannya. Karena pada saat itu tidak ada NGO/LSM yang available untuk menerimaku bekerja sebagai konselor. Aku tersadar akan hal tersebut ketika pagi hari aku browsing dan menemukan lowongan pekerjaan di sebuah NGO/LSM yang menurutku akan memaksimalkan semua potensi yang ada dalam diriku. Baik dalam hal konseling, mengajar, public speaking dan juga berbisnis. Aku sangat berharap semoga pekerjaan ini berjodoh denganku.
2.      Study Lanjut
Dengan cita-citaku menjadi seorang konselor kristen, aku menyadari benar bahwa aku membutuhkan studi lanjutan ke jenjang magister dalam bidang pastoral konseling. Sudah lama aku berdoa untuk hal ini. Melalui banyak sharing dengan abang dan kakak yang lebih berpengalaman, pilihanku berubah dari SAAT Malang, mengarah kepada STTRI Yakub Susabda di Jakarta. Namun ada keraguan yang muncul, antara lain :

Jakarta, 30 September 2015

Sudah satu bulan aku berada di Ibukota, Jakarta. Ga perna kebayang sebelumnya harus berada disini dan menghindari untuk menetap disini. Namun langkah kaki akhirnya mengarah kesini. Selama satu bulan berada disini, sungguh merasakan kebaikan Tuhan, walaupun aku pada awalnya merasa kecewa karena menjadi korban PHP satu sekolah yang menguatkanku untuk berangkat kesini, namun apa daya, prioritas membuatku terlambat berada disini. Sehingga pekerjaan itu diberikan kepada orang lain. Ga masalah, mungkin ini cara Tuhan untuk mengarahkanku kepada rencana yang lain yang lebih baik.
Kehidupan Jakarta ternyata tidak seruwet yang aku bayangkan, walaupun pada tahun 2013 aku pernah kesini, namun ceritanya tentu berbeda jikalau harus menetap disini. Memang semuanya jadi berasa lebih mudah dijalani karena ada Mr D yang senantiasa membantu kalau aku lagi membutuhkan sesuatu. Jadinya ga perlu rempong dan sulit banget buat adaptasi. Dia juga senantiasa sabar menghadapi keudikanku dan kepolosanku yang bertanya ini dan itu. haha..
Dengan segera aku dekat dengan ibu kos, ibu kos yang ramah dan baik hati. Usianya sekitar 70 tahun. Hampir setiap hari beliau memberikanku lauk, terkadang beliau kasi jajanan, buah, oleh-oleh anaknya kalau mereka berkunjung dan banyaaak lagi. Kadang sampai segan gitu tiap hari si ibu datang ke depan kamar kasih makanan. 

Medan, 27 Juli 2015

Syalom Honey..
Bagaimana kabarmu di kejauhan sana?Aku sangat berharap kamu baik-baik saja, masih menikmati setiap aktivitas dan tanggungjawab kamu.
Maafkan aku baru bisa menuliskan suratku yang ke-empat ini, sementara ada banyak hal yang telah kita lalui bersama-sama, selama hampir empat bulan kita resmi menjadi sepasang kekasih. Bersyukur sekali kamu benar-benar sudah membaca surat pertama sampai surat ketigaku dan aku bisa melihat ekspresi sukacita yang mendalam di wajahmu ketika membaca suratku yang awalnya tak bertuan itu. Wahhh, bahagia rasanya bisa melihatmu tersenyum tersipu membaca suratku itu. Lebih bahagia lagi karena surat-suratku selanjutnya sudah memiliki tuan yang wujudnya dapat dipertanggungjawabkan. Aku ga sedang bermimpi lagi kan? 
Aku berharap surat-suratku sebelumnya tidak menjadi beban bagimu, hmm maksudku membuatmu banyak mengoreksi diri, menilai apakah kamu sudah sesuai dengan harapan-harapan dan standar teman hidup yang kubangun selama ini. Aku menyadari bahwa Tuhan lebih tau tipe pria yang kubutuhkan, lebih daripada yang kuinginkan. Dan tenang saja, hampir semua kriteria yang kubutuhkan ada padamu, walaupun dengan versi yang berbeda dengan yang kubayangkan selama ini. Maafkan aku yang terlalu banyak berkhayal dengan idealismeku dalam memilih pasangan hidup.

Heloww guyss...Anggap aja ada yang kangen sama updatean aku yah, soalnya uda lama ini ga update bawelan-bawelan di blog ini. Nyadar banget ada banyak cerita yang terlewatkan, sangattt terlewatkan malahan. Kalau istilah anak alay kekinian sih, super late post (walau kadang itu foto yang dipost juga baru di take kemarin sore) #abaikan. Ini beneran deh ada banyak hal yang super duper late post, syedih banget kan? Ga mau banyak alesan yah, emang lagi rada males corat coret berhubung notebook kesayangan banyak tingkah jadi aku ga bisa coret apa-apa walau banyak waktu santai sepanjang tahun ini #emangganiatbanget.

Tau ga sih mbak-mbak dan mas-mas kalau ngumpulin nyawa buat nulis itu ga mudah, sulit banget malah, apalagi untuk blogger yang sebenarnya ga suka nulis kaya saya, berat banget!! Tapi ya gitu, kalau uda niat minjem laptop juga dijabanin dah hahaha...

Jadi ceritanya nih ya, doa aku supaya diberikan calon teman hidup aka pacar uda terjawab. Kami berpacaran terhitung 4 April 2015.
Ga usah heboh mangap gitu deh ya, biasa ajah.. Maap-maap banget bukan  niat hati nyembunyiin identitas tu pria yang berhasil membuat komitmen denganku #cielah. Tapi emang bener ngebagi waktu itu sulit banget #alesanlagi. Cerita lengkapnya aku bakal update di surat cinta ke-4 ya (1-3 kamu bisa baca di post sebelumnya). Yang pasti makasih banget uda bantu doain aku dan aminin surat cinta yang keliatan bego itu. hahaha...
Tau ga sih gimana senengnya aku liat ekspresi doi baca itu surat? cengengesan gitu deh hehe...

Aku ga ingat tanggal tepatnya pertama kali menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadiku, antara 23 atau 30 Juli 2005, yang pasti momen itu terjadi ketika Persekutuan Siswa Kristen (PSK) SMA N 4 Pematangsiantar mengadakan kebaktian awal tahun ajaran untuk menyambut siswa-siswa baru yang selalu dipergunakan sebagai kesempatan untuk menjangkau siswa baru dan lama untuk ditantang mengikut Yesus.

Hari itu sangat istimewa, menyadari benar akan keberdosaan diri dan betapa aku membutuhkan Dia sebagai penyelamatku. Tak terasa, hari itu berlalu 10 tahun yang lalu, yang artinya sudah 10 tahun aku mengenal Dia secara pribadi dan memahami makna hidup yang sebenarnya.

Kalau aku merenungkan kembali perjalanan kehidupan rohaniku selama 10 tahun ini. memang luar biasa Tuhan menyatakan rencanaNya bagiku. Banyak berkat yang dirasakan, pengalaman rohani yang indah bersama saudara seiman dan dengan Dia sendiri, sangat menikmati bagaimana rasanya dicintai dengan murni dan tulus, merasa sangat berharga, banyaknya perubahan hidup yang dirasakan baik dalam karakter dan pandangan hidup. Sedikit demi sedikit Tuhan membukakan rencanaNya atas hidupku, aku berharga dimataNya, fakta itu selalu menghangatkan hatiku bahkan di situasi apapun yang sedang terjadi. 

Selama mengenal Dia, bukan berarti hidupku selalu baik saja dan tidak ada tantangan, banyak sekali tantangan yang dihadapi. Tetapi semua dapat dijalani dengan baik karena ada Dia yang senantiasa menyertai. Semua masalah yang ada dipandang sebagai bagian dari pembentukan iman kepada Tuhan, belajar untuk memikul salib dan bayar harga dalam masa berjuang untuk hidup benar dan menyenangkan Tuhan.

Aku menyadari bahwa Tuhan merancang hidupku dengan sempurna, namun tak jarang kekhawatiran akan masa depan menghantui dan mengganggu ketenangan jiwa. Namun ketika mengingat kembali kasih setia Tuhan, mustahil rasanya Dia menyertaiku sejauh perjalananku kalau Ia berencana meninggalkanku suatu saat nanti. Dengan menyadari itu, selalu kembali dikuatkan untuk melangkah, mempercayai tuntunannNya dan terus berjalan perlahan sembari mendengar suaraNya untuk langkah selanjutnya.

"Lebih baik merangkak menuju rencana Allah, daripada berlari namun menjauh dari rencanaNya", itulah prinsip yang kupegang dalam hidupku. Mungkin ada banyak cara berpikir dan cara pandangku yang sulit dipahami orang lain, ada banyak keputusan yang dianggap aneh, namun percaya bahwa pilihan yang sudah didiskusikan dengan Dia adalah yang terbaik, cepat atau lambat orang lain akan memahaminya. Yang pasti hatiku dan langkahku selalu mengarah kepada petunjuk dan tuntunanNya.

Tuhan Yesusku, anakMu yang kecil ini sudah berjalan sejauh ini, Aku memang mengenalMu secara utuh dalam 10 tahun ini, namun aku bersyukur sepanjang usiaku Engkau senantiasa memperkenalkan diriMu melalui orang tua, sekolah minggu dan melalui banyak hal dalam hidupku. Selidikilah hatiku, apakah ku sungguh mengasihiMu? Apakah Engkau dipuaskan dengan hidupku ini?

Dalam perjalanan 10 tahun bersama dengan Yesus, ada banyak pilihan-pilihan hidup yang sesuai

Lagi-lagi draft yang dibongkar..
Tertanggal 28/03/2011

Setiap orang pasti sudah sangat sering dibukakan dan diingatkan tentang kasih. apa sih makna kasih?
di minggu-minggu passion ini aku sungguh banyak ditegur tentang kasih..
terkadang aku berpikir, bagaimana perasaan Yesus ketika Ia disiksa,diludahi,dicambuk?
Ia adalah Allah,Ia pasti sanggup untuk melepaskan diri, bahkan membumi hanguskan semua orang yang melukai Dia..
tapi kenapa Dia tidak melakukannya? Ia taat dan setia kepada tujuanNya datang kedunia..Misinya ke dunia adalah untuk mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
dan Dia harus menanggu segala sesuatunya, supaya misi itu tercapai dan diselesaikan dengan sempurna..


Ngubek-ngubek draft..
Tertanggal 24/02/2011..
Aku sedang bergumul tentang apa gerangan saat itu?
Sampai sebegininya haha..
Oh iya, sepertinya aku sudah tau ini tentang apa..ckckck

Tuhan,aku capek,aku lelah,aku ga tau lagi apa yang harus aku katakan lagi kepadaMu..
Aku tau Kau pasti lebih mengerti dan paham melebihi apa yang dapat aku ungkapkan..
Dan aku juga tau Engkau sedang memperhatikan perkaraku..
Apa yang ingin Engkau bukakan

Setelah lama tersimpan di draft..mihihi..

Sejak awal bekerja disini bersama dengan seorang rekan kerja yang sudah dianggap sebagai kakak, aku dan beliau mendapati bahwa kami menyukai satu lagu yang sama. Bahkan kami menyepakati lagu ini sebagai lagu wajib kami sebagai konselor, yang akan terus mengingatkan kami melayani dengan hati yang murni, seperti emas. Dan aku ingat beberapa waktu pada saat itu Tuhan terus mengingatkanku mengenai kemurnian hati, melalui saat teduh, ibadah di gereja dan juga proses pembentukan melalui kesediaan diri memberikan pertolongan secara intens kepada seorang teman yang membutuhkan.

Purify my heart
Let me be as gold and precious silver
Purify my heart
Let me be as gold, pure gold

Refiner's fire
My heart's one desire
Is to be holy

Set apart for You, Lord
I choose to be holy
Set apart for You, my Master
Ready to do Your will

Purify my heart
Cleanse me from within
And make me holy

Purify my heart
Cleanse me from my sin
Deep within

Semakin hari kemurnian hatiku semakin diuji oleh Tuhan, aku menyadari itu karena aku yang memintanya, meminta supaya Tuhan terus melatihku untuk memurnikan hati. Sejujurnya aku merasa sangat berat, sangat sakit, aku ingin menangis sekeras-kerasnya ketika menuliskan ini.

Pengalaman memang sangat banyak mengajari kita. Siang itu sekitar bulan Juli aku lagi serius memeriksa hasil Psikotes siswa, karena dikejar deadline jadi harus benar-benar serius dan cepat. Yah, namanya aku serius pun tetap sok multitasking, sambil bbman serius dengan Desy, juga sambil ngurusin dagangan :D
Teringat harus transaksi a.k.a kirim uang ke suplierku, yang namanya Sinta. Tiba-tiba ada sms masuk bunyinya seperti ini:
Rek Mandiri
A/N : Sinta Yuliana
No Rek : 1690.000.277.902
Usahakan dikirim hari ini
Awalnya aku kaget dengan sms itu, mikir mungkin Sinta ganti rekening, soalnya selama ini aku kirim ke rekening mandiri suaminya, karena dia pakai rekening BCA yang ga join dengan rekening BNI. Aku sms Sinta ke nomornya yang biasa, ga dibalas. Aku BBM dia "Cek" di R. Mungkin karena aku lagi penat memeriksa hasil Psikotes,BBMan serius, dan lainnya aku jadi ga pikir panjang. Aku transfer uang senilai 1.375.000 via sms banking BNI. Jumlahnya ga terlalu banyak memang, tapi di kantong saya sejumlah tersebut cukup terasa manfaatnya :D
Setelah transferan berhasil, saya forward bukti transfer sms banking nya ke Sinta. Tapi Sinta bilang itu bukan nomor rekeningnya. Saya kaget, lalu konfirmasi lagi, saya berpikir Sinta ganti rekening..Ternyata bukan.. Sepertinya hanya kebetulan saja seorang penipu bertepatan sms saya di saat saya ingin transfer ke Sinta..
Saya menyadari saya sudah salah transfer ke penipu. Saya tetap tenang, padahal beneran ga cukup uang lagi mau transfer ke Sinta yang asli, bersyukurnya Sinta udah beneran percaya aku karena uda langganan hampir 2 tahun.
Saya mulai berpikir jernih, dan melakukan step-step berikut, walaupun duitnya baru balik setelah hampir 4 bulan -___________-
1. Menghubungi call centre bank Mandiri,

Late Post..10 Oktober 2014
Ulang tahun kali ini ntah kenapa malas evaluasi diri, malas update, malas merenungkan semuanya, intinya ga semangat untuk menyambutnya..
Padahal ini angka istimewa, 25 tahun bok..yampun..
Hari itu bener-bener pengen sendirian, dalam kesunyian, tetiba mellow ga jelas, tapi apa daya, pengerecok selalu datang (tidak) tepat waktu.. Lumayan berwarnalah hari itu akibat kehebohan ini.
Kondisi ingin menyendiri disebabkan kelelahan fisik dan psikis, butuh liburan, butuh -pasangan-, butuh ini dan itu..
Paling butuh sebenarnya doa dari kalian, terimakasih untuk doa-doa yang dengan tulus dipanjatkan untuk saya..Merasa sangat bersyukur memiliki kalian semua :*
Semoga aku semakin bertumbuh dewasa dan membanggakan keluarga, kalian semua dan terutama Tuhan..
Wishku tahun ini yampun kalian uda pasti tau la kan?hahahaha....

Hmm, setelah beberapa berlalu, akhirnya merendahkan hati ingin evaluasi diri. Teteup, aku menemukan diriku harus banyak diperbaiki dalam banyak aspek hidup seorang wanita.. Udah menyadari benar, tinggal aplikasi perubahan hidup..
Semoga semakin taat memulai dari hal-hal kecil, sampai akhirnya Tuhan bilang : kamu udah siap untuk melanjutkan hidup ke jenjang berikutnya..Asiikkk..
Sabar aja menunggu saat itu, tetap menjadi wanita yang mengalami kepenuhan dalam Tuhan..
Ini bicarakan apa ya?hahaha..saat-saat buru-buru gini juga keinginan mencoretkan hal kedua terpenting dalam hidup ini muncul..
Oke selamat menikmati foto-fotonya...
Nanti kalau niat di update lagi curcol ga jelas ini..

Ada banyak percakapan setiap hari yang mengundang gelak tawa, namun tak jarang pula berganti dengan tangisan yang menghabiskan stock tissue.. Suatu saat nanti aku pasti merindukan masa pembelajaran ini, masa pertumbuhan melalui melayani remaja yang sungguh haus akan kasih..
Beberapa percakapan aku rekam dalam memoriku, dan kutuliskan disini..

C: Counselor
S: Student (Namanya JC, SMP, Langganan, tiap hari datang kombur)
S: Bu bla bla bla..(bacrit ½ jam)
dulunya saya penganut kapitalisme bu..(sambil ngunyah french fries 2000)
C: dulunya itu kapan? (umurmu baru berapa nakk...nakk..)
S: dulula buk..pokoknya saya kapitalisme..sekitar 2003 saya sudah penganut kapitalisme (hosshh..hoshhh… *kepedasan)
C: Emang kamu lahir tahun berapa? ‪#‎krikkrik‬
S: 2002 buk…
C: AHAHHAA.umur 1 tahun kamu ngerti apa soal kapitalisme?
S: Iya bu, saya sudah bisa bicara “kapitalisme” (suara bayi) disitu..
C: HAHAHAHA…Udalah ga masuk akal cerita kamu nak..
S: *Merasa sial.. bu saya mau ke toilet bu,pedas bu..sakit perut
C: HAHAHAHA.
S: ~~~ ngacir ke toilet..


Masih celoteh si JC
C: Counselor
S: Student Junior High School (tiap datang cerita politik)
C: Kenapa semalam ga datang nak, ga tepat janji?
S: Saya ga bisa bangun bu hehe ^^ (nyengir)
Bu bu, tau ga bu.. bla bla bla (ceramah masalah politik Amerika dengan gaya mengajari)
Ibu mau baca?*tunjuk HP
C: kamu aja yg bacakan..(Dengerin..nyimak..)
S: blablablabla…
C: Kamu ini ya, bangun tidur aja belum lulus bicaranya politik aja
S: Saya ga mau jadi karyawan bu, saya mau mempekerjakan (gaya pongah)
C: kamu bangun tidur aja belum lulus, gimana mau mempekerjakan orang?
S: ya juga ya bu (garuk-garuk)
C: AHAHHAAH…*ga sanggup liat ekspresinya
dan dia masih berceloteh ke konselor sebelah wakakaka

S: Student
C: Counselor
S: Bu saya mau tany
a mengenai lucid dream (mimpi sadar),itu bisa nyata ga bu?
C: bla bla bla..oiya, mengapa kamu ingin tau mengenai lucid dream ini?

Surat kedua yang kelamaan di draft...

"Praying for you"

Dear abang,
Malam ini, tepatnya pukul 20:27 29 Juli aku menuliskan surat keduaku. Masih ingat isi surat pertamaku kan?:)
Apa kabar kamu disana? aku harap baik aja..

Kabarku baik, aku makin gemuk seiring dengan tingginya selera makanku selama aku bekerja di sekolah ini. Kamu tau gak, makanan disini tuh enak banget, jadi jangan salahin aku kalau aku makannya banyak dan gagal diet melulu hihihi..:p
Iya, iya, aku akan berusaha sedikit diet supaya gemuknya ga kebangetan. Aku tau kamu akan terima aku apa adanya, namun aku tetap ingin kelihatan cantik dan menarik untukmu..*kurangapalagicoba
Akhir-akhir ini aku belajar make up, lagi rajin baca-baca tutorial model rambut yang lucu-lucu, tutorial skin care dan lainnya yang dulu bukan aku banget. Kayanya aku uda ada tanda-tanda jadi wanita tulen yang suka kecantikan hahaha..
Iya memang, aku masih belajar banget cara pake eye liner yang ribet itu, mascara, blush on dan banyak lainnya yang mulai aku beli..hahaha..Gapapa, aku hanya ingin belajar memahami dunianya wanita..mihihihi ^^

Saya menetapkan hari Jum'at pagi sebagai jadwal rutin untuk melakukan jam doa pribadi di sekolah, karena rekan kerja saya sedang mengajar pada hari tersebut sehingga saya memiliki waktu yang sedikit leluasa untuk berdoa. Saya menyadari bahwa doa-doa tersebut sungguh menguatkan dalam mengerjakan panggilan ini, memberikan makanan serta energi baru bagi saya untuk terus berjuang mengerjakan tanggung jawab di sekolah, di tengah tantangan yang saya hadapi secara pribadi.

Banyak hal yang saya doakan, mulai dari diri saya pribadi dan panggilan hidup, siswa-siswa yang saya layani dan juga yang belum, jajaran di sekolah dan guru-guru, serta pegawai serta petugas kebersihan. Saya sedang belajar taat dengan doa-doa yang hidup, karena sungguh saya mengimani bahwa doa merupakan benteng kehidupan yang sangat kokoh, dan juga mampu mengubah sikap hati saya dalam keadaan seburuk apapun. Sangat bersyukur sejauh ini saya menikmati masa-masa berdoa tersebut, alone with God, mencurahkan apa saja dan memberikan kesempatan kepadaNya untuk menyatakan apa saja.

Beberapa waktu belakangan ini, saya sangat berpikir keras mengenai kuasa dari perkataan, betapa bermanfaatnya kata-kata yang membangun dalam diri seseorang. Iblis sering mengintimidasi dengan pemikiran-pemikiran yang memunculkan keraguan dengan kuasa perkataan yang keluar dari mulut saya dalam setiap sesi konseling dengan siswa.

Pertanyaan-pertanyaan menyudutkan sering iblis nyatakan "Memangnya apa sih manfaatnya kamu banyak berbicara dengan mereka? Kamu pikir kata-katamu itu bisa mengubah hidupnya yang sudah bobrok itu? Alahhh, kamu bisa apa sih, dengan kemampuanmu yang seadanya itu, kamu bisa gitu menolong dia selesai dengan habitnya yang sudah menahun itu?"Dan masih banyak intimidasi yang muncul melalui pemikiran dan hati.
Belum lagi ucapan miring yang sering didengar seakan menegaskan bahwa apa yang dilakukan tidak banyak memberi manfaat, tidak mengubah apa-apa, tidak juga mempengaruhi apa-apa. Pemikiran bahwa keberadaanku disini tidak membawa dampak sering menggerogoti jiwa.

Namun terpujilah Tuhan yang bahkan bertindak selalu lebih cepat daripada yang dapat kita pikirkan. Pemikiran-pemikiran tersebut singgah sungguh hanya sementara, tidak tinggal berlama-lama dan menggerogoti lebih dalam. Tuhan bertindak untuk menguatkan melalui doa-doa dan juga sharing dengan mereka yang selalu mendukung. Bahkan secara tidak sengaja saya dikuatkan oleh pernyataan seorang sahabat, bahwa terkadang dalam sharing kami ketika dia memiliki masalah, dia mengabaikan apa yang saya sampaikan. Namun dalam masa tertentu sering sekali apa yang saya sampaikan direnungkan kembali dan memberi semangat baru baginya. Melalui pernyataannya saya menyadari bahwa kata-kata penguatan yang kita sampaikan suatu saat pasti berguna untuk pendengarnya, diimani saja walaupun pada saat kita berbicara responnya tidak seperti yang kita harapkan.

 Tidak peduli ada atau tidak ada pihak yang menyadari manfaat dari yang saya kerjakan, yang pasti Tuhan melihat dan tidak ada yang sia-sia dalam melayani Dia. Fokus saya bukan pandangan manusia, namun kesenangan Allah atas apa yang saya lakukan. Yang saya andalkan juga bukan diri saya sendiri, namun Dia yang mau memakai dan memberikan kesempatan untuk saya bertemu dan berbagi dengan mereka. Karena saya selalu percaya bahwa setiap siswa yang datang ke ruangan ini adalah titipan dari Tuhan.
Pagi ini saya kembali memikirkan hal tersebut, di angkot menuju sekolah kembali merenungkan betapa berkuasanya perkataan-perkataan yang keluar dari mulut yang berasal dari hati yang tulus dan berhikmat. Sempat mendengungkan lagu Fill my Eyes dalam hati sembari merenungkan kata demi kata dari lagu tersebut..

Profesi sebagai konselor sekolah merupakan salah satu jawaban Tuhan untuk hidup saya yang sangat saya syukuri. Bagaimana tidak, semua hal yang dahulu saya anggap kelemahan, diubahkan dan dipakai Tuhan menjadi kelebihan yang dapat menolong orang lain. Dahulu,saya sangat khawatir dengan sifat saya yang cerewet, terlalu banyak berbicara, sulit mendengar, kritikus, mudah peka akan kesalahan orang, berlidah tajam dan menusuk, tidak sabar dan tidak mampu untuk sekedar membujuk teman yang sedang menangis. Ego saya terlalu besar untuk itu, bukan karena saya tidak empati, bukan juga tidak mampu merasakan apa yang dia rasakan, sungguh saya tidak tahu bagaimana caranya menghibur orang lain dan sungguh saya tidak paham bagaimana saya harus mengekspresikan rasa sayang dan empati.
Namun melalui pembentukan Tuhan, semua kekurangan tersebut perlahan diubahkan, bahkan dipakaiNya untuk menolong orang lain. Saya sendiri tidak menyadari kapan semua itu bisa berubah, saya mendapati saya sekarang berbeda dengan yang dulu. Walau sejujurnya sampai saat ini saya harus berjuang untuk meninggalkan semua sifat lama saya, sering gagal namun bangkit lagi. Firman Tuhan” Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku  bagimu , sebab justru dalam kelemahanlah, kuasa-Ku  menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”. (2 Korintus 12:9).
Tanpa disadari, saya sekarang seseorang yang (maaf hanya belajar mengenal diri sendiri, bukan menyombongkan atau memuji diri LOL ), tetap cerewet ahahah (walau sudah ada yang mengakui saya tidak cerewet,asyikkk ^^ ) namun sudah lebih mampu untuk menahan diri dari berbicara terlalu banyak dan lebih peka menempatkan kata-kata, sudah “sedikit” lebih mampu untuk mendengar melalui banyak hajaran dari Tuhan, nah, kekritikusan (ko tikus sih pffft) dan kemampuan melihat kesalahan dengan cepat dahulu Tuhan ubah arahnya dan sangat bermanfaat untuk diri saya yang sekarang, saya lebih mudah mengenali peluang-peluang dimana saya bisa memasuki pikiran siswa saya, dengan agak ligat melihat celah dimana saya bisa memperdalam isi cerita kami ke hal-hal yang lebih detail (dulu saya sangat tidak detail, bahkan selalu merasa gagal untuk detail), dan dengan lihai memancing sana sini sehingga tanpa sadar mereka sudah membukakan diri sampai ke alam bawah sadar (Jangan bayangkan saya hebat-hebat amat, saya mungkin agak lebay menggambarkannya, saya biasa aja ko, amatiran).
Setiap hari saya bertemu dengan para remaja dengan berbagai kondisi dan kebutuhan. Saya memiliki peluang yang sangat besar untuk mengetahui apapun yang menjadi beban di hati muda itu. Memiliki kesempatan yang terbuka luas untuk sedikit membalut luka mereka.

Ini postingan Rabu, 24 Oktober 2012 di blog sebelah, dimana pembacanya cuma aku dan Tuhan :)
Aku merasa perlu posting disini setelah dua tahun berlalu, mungkin ada yang sedang mengalami hal yang sama. Semoga dikuatkan dan diteguhkan..

Aku tiba pada titik terendahku, titik dimana aku rendah diri, tidak mempercayai / tidak yakin dengan kemampuanku, pesimis, jauh dari Tuhan, dan mengalihkan stress ke hal-hal tidak berguna yang hanya membuang waktu dan semakin merusak pemikiranku sendiri.
Aku kembali jatuh kepada kehidupan yang tidak berkualitas, kamar berantakan, malas mengerjakan semuanya, menghindari kegiatan-kegiatan yang melelahkan, dan lebih menyukai kesendirian yang tidak bermanfaat.
hm.beberapa hari ini, bahkan beberapa bulan ini aku berusaha terus mengerjakan skripsiku, tapi apa?
aku ga mampu berfikir, aku ga bisa fokus, dan tidak ada yang bertambah pada skripsiku..
aku seharian ini di kamar, tidur, online fb,twitter, download2 film,dll.. dan semuanya itu tidak memberikan dampak apapun kepadaku, selain mata sakit dan mood yang semakin buruk..sampai malam tiba aku masih di kamar dan tidak menyentuh skripsiku sedikitpun. Aku tidak pergi ke wisudaan teman gereja karena aku ingin sekali punya waktu untuk skripsi ini di tengah begitu sibuknya aku dengan pelayananku. namun apa? kepalaku pusing kelamaan depan laptop tanpa hasil, mata lelah dan badan lemas..
aku tidak mandi bahkan tidak cuci muka dari pagi, masih untung aku berniat masak nasi, beli lauk dan makan..
malamnya sekitar jam 7, aku semakin galau. Tapi aku memutuskan melawan kedaginganku, dan ada dorongan yang sangat kuat untuk datang ibadah pemuda malam itu. dan keyakinan bahwa akan ada hal yang kudapatkan disana, yang dapat membangkitkan semangatku yang rasanya telah hilang tanpa bekas.
aku mandi, dan di kamar mandi, tanpa seorang pun tahu, aku menangis sejadi-jadinya. aku merasa begitu kerdil, ga berdaya, aku menyerah, aku ga punya harapan, aku lelah, aku kehilangan kepercayaan diri bahkan kepercayaan kepada orang lain,aku begitu down..
aku menikmati setiap tangisanku, bagaimana aku mengadu padaNya



Sutomo, 03 Juli 2014
Ada banyak hal yang kualami bersama dengan Tuhan. Pertolongan dan tuntunan yang begitu nyata dalam hidupku. Pada bulan Mei, penantianku berakhir untuk sebuah kesempatan mendapatkan beasiswa ke Taiwan. Aku dinyatakan tidak lulus. Tidak sedikitpun kesedihan merasuki hatiku, karena jujur saja, aku lebih siap untuk tidak lulus dibandingkan harus menjalani pendidikan disana dengan jurusan yang aku ambil tersebut. Aku bersyukur Tuhan menutup jalanku kesana, sehingga aku kembali ditegur untuk setia menggumulkan panggilan hidupku. Kuakui banyak sekali mujizat yang Tuhan nyatakan kepadaku dalam persiapan beasiswa tersebut mulai Oktober-April, aku belajar banyak hal baru, menambah pengalaman, belajar karakter orang-orang di sekitarku, dan melihat dengan nyata orang-orang yang dengan tulus mau menolongku dan mengasihiku. Mereka sangat sweet, percaya padaku dan aku merasakan kasih persekutuan dari mereka semua. Banyak pelajaran yang kuambil. Mungkin ini adalah bagian dari proses yang Tuhan rencanakan bagiku, untuk mengajarkanku sesuatu yang suatu saat akan kusadari manfaatnya.Aku bahkan melalui banyak masa meratap kepada Allah, salah satunya dalam postingan masa meratap kepada Allah , masa dimana aku banyak bertanya mengenai kehendakNya, masa pergolakan emosional dalam diriku, masa-masa mengalami iman dan mujizat masalah dana, ah sungguh terlalu panjang untuk diceritakan.

          Mei, di bulan itu, setelah menerima pengumuman beasiswa, juga masa di mana aku menetralkan hatiku dari kegalauan karena kedekatanku dengan sebut saja A menurutku tidak dapat dilanjutkan. Aku berdoa meminta petunjuk dari Tuhan, apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki. Amazing, Tuhan meneguhkan hatiku untuk tidak lagi mengharapkan apa-apa dari kedekatan ini. Tuhan tidak menginginkan semua ini dilanjutkan, Tuhan menunjukkannya dengan restu yang tidak diberikan orang tua dan perubahan sikapnya yang tidak dewasa. Setelah meyakini konfirmasi dari Tuhan, aku lega, tenang, tidak lagi memikirkan pendekatan kami yang harus berakhir. Aku semakin melihat bagaimana dirinya dan perjuanganku selama ini untuk menerima dia apa adanya dan menanti perubahannya harus diakhiri. Tuhan menetapkan dia bukan sebagai teman hidupku, namun sebagai teman yang kehidupan rohaninya harus kuperhatikan dan kudoakan. Pada saat itu aku komitmen untuk memurnikan hati dari semua pria yang ada di sekitarku. Aku ingin mengosongkan hatiku dari siapapun. Dari A yang beberapa bulan ini dekat, dari B yang selama 3 tahun kemarin berhasil buat aku ga move on, dan dari C yang dijodoh-jodohin pemuda dengan hebohnya karena kami sangat sering bersama untuk mengerjakan skripsinya dan mengurusi orang lain(ntah kenapa sering bersama untuk urusan yang berhubungan dengan orang lain). Aku ingin memurnikan hatiku sehingga aku dapat tenang dan berdoa dengan setia untuk seorang teman hidup dari Tuhan. Aku ingin focus mempersiapkan diriku menjadi seorang wanita yang siap mendampingi pria yang saleh itu, walau aku tidak tau siapa dia saat ini. Aku sangat ditolong oleh buku “When God Writes Your Love Story”. Aku diingatkan untuk terus menjaga kekudusan hidupku dalam penantianku, mempersiapkan diri dengan baik dalam banyak aspek. Aku membuat beberapa proyek ketaatan yang akan kukerjakan di bulan Juni, walaupun setelah kuevaluasi aku hanya sanggup mengerjakannya di awal hahaha..

Hampir kelupaan, aku mulai mencari pekerjaan karena aku ga lulus beasiswa. Satu sisi aku merasa telah menyiakan waktu, satu sisi aku menyadari ini adalah cara Tuhan untuk mempersiapkanku dengan baik. Aku belajar lagi tentang visi pribadi, melalui banyak hal Tuhan bukakan kepadaku bagian apa yang harus kukerjakan. Karena jujur saja, aku tiba pada keadaan blank, ga tau mau kerjain apa. Kembali melihat lowongan NGO, hampir setahun ini aku tidak menemukan NGO yang cocok untuk kumasuki. Sementara aku masih ingin berada di Medan. Satu persatu Tuhan singkapkan rencanaNya.

Bahagia itu sederhana, sesederhana rindu yang berbalas rindu..
-erika,2014-




Very Late post :D
Happy Graduation Day for me,,yeyyy..
Akhirnya hari yang ditunggu-ditunggu sejak bertahun-tahun lalu tiba juga.
Setelah melalui kegalauan perkuliahan, tugas-tugas di Psikologi yang seabrek, praktek kesana kemari, dan banyak tangis dan tawa di proses skripsi, akhirnya 05 September 2013 aku wisuda juga. Lama banget ya jedanya setelah yudisium di bulan Mei lol
Syukur kepada Tuhan yang memberikanku kesempatan manis ini, aku udah nyelesaiin tanggung jawab aku sebagai mahasiswa. Welcome new life..
Tentu saja orang tua juga udah lega banget anak pertamanya udah disahkan menjadi sarjana, satu hutang selesai bok..Tinggal tanggung jawab menikahkan (asek)...Gimanapun juga satu pergumulan keluarga terjawab dengan baik. Aku bisa liat senyum dan semangat orang tuaku di hari itu..
Menurut laporan mamak ke aku, katanya bapak bilang "das do hape hita ijon ati, boi do hape hita hundul ijon mangida borutta wisuda (Ternyata kita bisa juga ya sampai disini ya, bisa kita duduk disini melihat putri kita wisuda)" sambil mata berkaca-kaca.
Memasuki ruangan wisuda itu rasanya terharu sih memang, sebenarnya udah lupa semua proses yang dijalani, semua uda terbayar hari ini. Semua untuk Tuhan, orangtua dan keluarga. Proses wisuda berjalan baik, dan aku hampir ga bisa nahan air mata pas paduan suara USU nyanyiin lagu "Boru Panggoaran", duh itu lagu kesukaan bapak, sampai lagu itu beberapa bulan jadi NSP bapak (ternyata pas di rumah baru tau, bapak ngevideoin PSM nyanyiin lagu itu, dipamerin pas di rumah lol), katanya bapak dan mamak nangis kala itu. hmmm...
Beres acara di ruangan,kita foto-foto di luar audit, bareng teman2 juga yang rame banget datang. Terima banyak bunga dong, katanya sampe tukang bunganya nanya " ini si Erika banyak banget temannya ya, pasti anaknya baik" asekk asekk ahahah *songong~
Acara dengan pemuda, teman-teman KMK dan teman sekampung, diadain di gereja, di ruangan sermon..Kita ibadah syukuran dan makan siang bareng. Acaranya sangat bermakna buatku karena keluargaku bisa langsung ketemu, ibadah bersama dengan pemuda dan teman-temanku di KMK. Mereka bisa rasakan sendiri persekutuan yang selama ini aku rasakan, itu sangat berkesan loh. Uda lama banget aku nunggu kesempatan ini, memperkenalkan teman-teman persekutuan kepada keluargaku khususnya orang tua.
Sorenya kita harus pulang ke kampung, karena masih ada acara keluarga di rumah. Beneran hari itu hari yang super rempong, bayangin aja aku dengan kebaya, rok, high heels, kamisolll itu beneran super melelahkan apalagi harus ke kampung lagi dengan perjalanan 2,5 jam..Acara di rumah juga sama aja kaya di gereja, banyak tawa tapi banyak juga tangisan haru. Aku punya kesempatan buat ngomong ke keluarga besar dan kasih kesaksian betapa baiknya Tuhan dalam hidupku dan keluargaku. Semoga mereka bisa ngeliat Tuhan yang bekerja atas semuanya ini, Tuhan yang kasih berkat ini buat keluarga. Dan semua orang bisa melewati setiap tantangannya bersama Tuhan.
Horreyy,akhirnya semua acara selesai dan tidorrrrrrrrrrrr kaya mayat wkkwkw...
Ini nih beberapa foto wisudaan aku bagi yang pengeeen banget ngeliatnya (lebay) haha..