twitter
rss

Tampilkan postingan dengan label Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristen. Tampilkan semua postingan

Sorry to say, ini postingan uda mandek di draft berbulan-bulan. Sejak kerja dan kuliah benar-benar terkuras waktu dan tenaga, ga sempat nge-blog..huhuhu

Selama beberapa bulan berada di Jakarta, salah satu beban besarku adalah mencari pekerjaan yang sesuai. Ada banyak faktor yang membuatku mempertimbangkan sebuah pekerjaan, antara lain kesesuain dengan latarbelakang pendidikan, kesesuain dengan panggilan hidup, kesesuaian dengan jadwal kuliah nantinya dan kesesuaian salary tentunya. Banyangin saja, mau cari kerjaan tanpa membubuhi berbagai macam syarat saja susah, nah saya kepedean banget  bikin banyak syarat untuk pekerjaan saya nantinya.

Sebenarnya bukan tanpa alasan, tapi jujur aja saya lagi galau berat masa itu. Ada banyak ketidakpastian yang harus saya lalui. Boleh baca di posingan ini Masa galau .Tujuan utama saya berangkat ke Jakarta adalah studi lanjut, namun studi lanjut tersebut akan dimulai dari bulan Januari, sementara Agustus saya sudah berada di Jakarta. Untuk memenuhi kebutuhan hidup yang cukup mahal tentu saya harus bekerja, karena prinsip saya sangat teguh untuk tidak meminta uang dari orangtua. Namun pekerjaan apa yang dapat saya lakukan dalam masa 4 bulan? Kalau harus resign, rasanya tidak bertanggungjawab. Tapi kalau tidak resign, rasanya sulit bekerja sembari kuliah. Saya memang aktif mengelola online shop, namun hasilnya belum

Baca-baca coretan di lappy, kayanya ga masalah kalau di post. Jadi teringat masa-masa penuh kegalauan beberapa bulan lalu. Di post berikutnya aku akan cerita pergumulan yang sudah dijawab Tuhan. :)

Jakarta, 16 Sep 2015

Aku berada di persimpangan yang membingungkan, apakah aku harus berjalan lurus, ataukah berbelok kekanan atau ke kiri. Seperti yang pernah aku tuliskan sebelumnya, April 2014 aku meyakini panggilan hidupku sebagai seorang konselor, dan di perjalanan sebagai seorang konselor sekolah aku meyakini panggilanku sebagai seorang konselor Kristen.
                Aku mengalami dan merasakan benar tuntunan Tuhan langkah demi langkah, karena Dia tidak memberikan kejelasan akan langkah yang terlalu jauh. Satu hal yang pasti, ketika aku terus berjalan sesuai kehendakNya, satu persatu jalan akan terbuka. Disinilah aku sekarang, di persimpangan jalan yang membingungkan ini. Ada banyak pilihan yang tersedia, semuanya menyenangkan dan kelihatan menggiurkan untuk digeluti. Namun aku tau ada beberapa hal yang harus aku prioritaskan saat ini, sementara menunda hal yang lainnya.
            Beberapa hal yang membingungkan antara lain:
1.      Bekerja
Aku menyadari benar bahwa aku butuh bekerja, untuk memberi buah dan mencukupkan diri dengan semua kebutuhan yang ada. Sebelumnya aku memfokuskan diri mencari pekerjaan di sekolah sebagai konselor sekolah. Aku melamar ke sekolah-sekolah dengan dasar pertimbangan pengalamanku sebagai konselor sekolah di Medan. Namun pintu seakan tertutup untuk hal ini. Sehingga aku kembali merenungkan mengapa dulunya aku melamar ke sekolah, aku ingat alasannya. Karena pada saat itu tidak ada NGO/LSM yang available untuk menerimaku bekerja sebagai konselor. Aku tersadar akan hal tersebut ketika pagi hari aku browsing dan menemukan lowongan pekerjaan di sebuah NGO/LSM yang menurutku akan memaksimalkan semua potensi yang ada dalam diriku. Baik dalam hal konseling, mengajar, public speaking dan juga berbisnis. Aku sangat berharap semoga pekerjaan ini berjodoh denganku.
2.      Study Lanjut
Dengan cita-citaku menjadi seorang konselor kristen, aku menyadari benar bahwa aku membutuhkan studi lanjutan ke jenjang magister dalam bidang pastoral konseling. Sudah lama aku berdoa untuk hal ini. Melalui banyak sharing dengan abang dan kakak yang lebih berpengalaman, pilihanku berubah dari SAAT Malang, mengarah kepada STTRI Yakub Susabda di Jakarta. Namun ada keraguan yang muncul, antara lain :

Jakarta, 30 September 2015

Sudah satu bulan aku berada di Ibukota, Jakarta. Ga perna kebayang sebelumnya harus berada disini dan menghindari untuk menetap disini. Namun langkah kaki akhirnya mengarah kesini. Selama satu bulan berada disini, sungguh merasakan kebaikan Tuhan, walaupun aku pada awalnya merasa kecewa karena menjadi korban PHP satu sekolah yang menguatkanku untuk berangkat kesini, namun apa daya, prioritas membuatku terlambat berada disini. Sehingga pekerjaan itu diberikan kepada orang lain. Ga masalah, mungkin ini cara Tuhan untuk mengarahkanku kepada rencana yang lain yang lebih baik.
Kehidupan Jakarta ternyata tidak seruwet yang aku bayangkan, walaupun pada tahun 2013 aku pernah kesini, namun ceritanya tentu berbeda jikalau harus menetap disini. Memang semuanya jadi berasa lebih mudah dijalani karena ada Mr D yang senantiasa membantu kalau aku lagi membutuhkan sesuatu. Jadinya ga perlu rempong dan sulit banget buat adaptasi. Dia juga senantiasa sabar menghadapi keudikanku dan kepolosanku yang bertanya ini dan itu. haha..
Dengan segera aku dekat dengan ibu kos, ibu kos yang ramah dan baik hati. Usianya sekitar 70 tahun. Hampir setiap hari beliau memberikanku lauk, terkadang beliau kasi jajanan, buah, oleh-oleh anaknya kalau mereka berkunjung dan banyaaak lagi. Kadang sampai segan gitu tiap hari si ibu datang ke depan kamar kasih makanan. 

Aku ga ingat tanggal tepatnya pertama kali menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat pribadiku, antara 23 atau 30 Juli 2005, yang pasti momen itu terjadi ketika Persekutuan Siswa Kristen (PSK) SMA N 4 Pematangsiantar mengadakan kebaktian awal tahun ajaran untuk menyambut siswa-siswa baru yang selalu dipergunakan sebagai kesempatan untuk menjangkau siswa baru dan lama untuk ditantang mengikut Yesus.

Hari itu sangat istimewa, menyadari benar akan keberdosaan diri dan betapa aku membutuhkan Dia sebagai penyelamatku. Tak terasa, hari itu berlalu 10 tahun yang lalu, yang artinya sudah 10 tahun aku mengenal Dia secara pribadi dan memahami makna hidup yang sebenarnya.

Kalau aku merenungkan kembali perjalanan kehidupan rohaniku selama 10 tahun ini. memang luar biasa Tuhan menyatakan rencanaNya bagiku. Banyak berkat yang dirasakan, pengalaman rohani yang indah bersama saudara seiman dan dengan Dia sendiri, sangat menikmati bagaimana rasanya dicintai dengan murni dan tulus, merasa sangat berharga, banyaknya perubahan hidup yang dirasakan baik dalam karakter dan pandangan hidup. Sedikit demi sedikit Tuhan membukakan rencanaNya atas hidupku, aku berharga dimataNya, fakta itu selalu menghangatkan hatiku bahkan di situasi apapun yang sedang terjadi. 

Selama mengenal Dia, bukan berarti hidupku selalu baik saja dan tidak ada tantangan, banyak sekali tantangan yang dihadapi. Tetapi semua dapat dijalani dengan baik karena ada Dia yang senantiasa menyertai. Semua masalah yang ada dipandang sebagai bagian dari pembentukan iman kepada Tuhan, belajar untuk memikul salib dan bayar harga dalam masa berjuang untuk hidup benar dan menyenangkan Tuhan.

Aku menyadari bahwa Tuhan merancang hidupku dengan sempurna, namun tak jarang kekhawatiran akan masa depan menghantui dan mengganggu ketenangan jiwa. Namun ketika mengingat kembali kasih setia Tuhan, mustahil rasanya Dia menyertaiku sejauh perjalananku kalau Ia berencana meninggalkanku suatu saat nanti. Dengan menyadari itu, selalu kembali dikuatkan untuk melangkah, mempercayai tuntunannNya dan terus berjalan perlahan sembari mendengar suaraNya untuk langkah selanjutnya.

"Lebih baik merangkak menuju rencana Allah, daripada berlari namun menjauh dari rencanaNya", itulah prinsip yang kupegang dalam hidupku. Mungkin ada banyak cara berpikir dan cara pandangku yang sulit dipahami orang lain, ada banyak keputusan yang dianggap aneh, namun percaya bahwa pilihan yang sudah didiskusikan dengan Dia adalah yang terbaik, cepat atau lambat orang lain akan memahaminya. Yang pasti hatiku dan langkahku selalu mengarah kepada petunjuk dan tuntunanNya.

Tuhan Yesusku, anakMu yang kecil ini sudah berjalan sejauh ini, Aku memang mengenalMu secara utuh dalam 10 tahun ini, namun aku bersyukur sepanjang usiaku Engkau senantiasa memperkenalkan diriMu melalui orang tua, sekolah minggu dan melalui banyak hal dalam hidupku. Selidikilah hatiku, apakah ku sungguh mengasihiMu? Apakah Engkau dipuaskan dengan hidupku ini?

Dalam perjalanan 10 tahun bersama dengan Yesus, ada banyak pilihan-pilihan hidup yang sesuai



Pertama kali dengar lagu in pas latihan retreat pembinaan Psikologi USU, Rima (MC pilih lagu ini sebagai salah satu pujian dalam sesi KKR). Dari awal dengar langsung suka, jatuh cinta, menikmati banget. Bisa banget bawa kita menikmati Tuhan, merenungkan lagi kasih setia Tuhan.

Emang bener banget yah, mengenal Yesus itu hal terbaik yang pernah ada dalam hidup kita. Ga ada yang bisa dibandingin, hubungan dengan Yesus adalah hubungan terbaik yang dapat kita miliki. Beruntung banget ya kita dipilih Yesus, diselamatkan, disertai sehari-hari dan hidup kita direncanakan dengan sempurna.

Merasa disayang banget ga sih dengan semua perlakuan Yesus dalam hidup kita?
Jujur aku lagi nikmatin banget gimana Tuhan mengatur dan mengarahkan hidupku sedemikian rupa, terasa banget dalam setiap keputusan dan langkah hidup yang aku ambil. Dia uda rencanain semua, aku tinggal ikutin arahan Dia aja dengan taat (walau kadang bandel juga) haha.. Bersyukur banget ada di keadaan sekarang, walau mungkin orang melihat aku belum jadi apa-apa, pengangguran pulak. Tapi inilah pilihan hidupku, ceritanya nanti ya guys (eh ada yang baca kan ya? anggap aja ada :P )

Di post lain bakal aku ceritain yah gimana kehidupanku selama beberapa bulan ini, yang bener-bener ga di post karena blog jarang update hiks..

Karena lagunya dinikmatin banget, dan jiwa "share" aku langsung bilang ga enak menikmati sesuatu sendirian,  jadinya niat banget mau share di blog, supaya teman-teman juga bisa menikmati lagu ini. Ini lagu lama tapi emang beneran baru dengar nih.
enjoy guys..

Lirik:

Amsal 6:9-10 ; Yesaya 40:31
Zona nyaman menurut Alasdair White adalah aktivitas mental dimana seseorang menjaga dirinya dari rasa cemas dengan menggunakan perilaku-perilaku yang menciptakan performa yang stabil dan biasanya diikuti perasaaan menghindari resiko.
Zona juga merupakan keadaan dimana perasaan kita tenang, tidak memiliki hambatan/tantangan yang cukup berat dan kita  merasa berada di titik aman.
Contoh zona nyaman adalah malas bangun pagi untuk saat teduh dan berdoa, di pekerjaan lebih memilih berbohong daripada harus berintegritas tapi jabatan terancam, di pelayanan tidak mau mengambil bagian di seksi karena takut sibuk dan capek.
Dari nats Amsal 6:9-10 kita bisa melihat bagaimana Firman Tuhan menegur kita untuk tidak terus berada dalam zona nyaman kita, kita melihat bahwa berbaring dan tidur diidentikkan dengan kemalasan, kemalasan identik dengan ketidakmauan melakukan sesuatu. Dan kemalasan itu juga merupakan zona nyaman bagi kita. Zona nyaman memang seringsekali menyenangkan dan kita sering tidak menyadari ada dampak yang kita alami ketika kita tidak mau beranjak dari zona nyaman kita.
Dalam hal membina hubungan pribadi dengan Tuhan, sering malas berdoa, malas bangun pagi untuk bersaat teduh, tanpa disadari kita kehilangan banyak kesempatan untuk menikmati waktu berdua dengan Allah, berdoa, merenungkan firmanNya, dan mendapat kesegaran baru menjalani kehidupan di dalam Tuhan. Juga seringkali zona nyaman kita dalam dunia maya dan kesibukan pribadi kita, membuat kita kehilangan komunikasi yang intim dengan keluarga kita.
Dalam pelayanan pemuda pun sering sekali kita kehilangan kesempatan untuk mengenal satu sama lain, mengembangkan talenta lebih baik, belajar banyak hal dari persekutuan, konflik satu sama lain yang memperkuat iman dan membentuk karakter kita, hanya karena kita tidak mau beranjak dari zona nyaman kita untuk mengikuti kegiatan pemuda secara aktif.
Salah satu zona nyaman yang sering sekali sulit untuk kita tinggalkan adalah dosa-dosa kesayangan

Lagi-lagi draft yang dibongkar..
Tertanggal 28/03/2011

Setiap orang pasti sudah sangat sering dibukakan dan diingatkan tentang kasih. apa sih makna kasih?
di minggu-minggu passion ini aku sungguh banyak ditegur tentang kasih..
terkadang aku berpikir, bagaimana perasaan Yesus ketika Ia disiksa,diludahi,dicambuk?
Ia adalah Allah,Ia pasti sanggup untuk melepaskan diri, bahkan membumi hanguskan semua orang yang melukai Dia..
tapi kenapa Dia tidak melakukannya? Ia taat dan setia kepada tujuanNya datang kedunia..Misinya ke dunia adalah untuk mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
dan Dia harus menanggu segala sesuatunya, supaya misi itu tercapai dan diselesaikan dengan sempurna..

Setelah lama tersimpan di draft..mihihi..

Sejak awal bekerja disini bersama dengan seorang rekan kerja yang sudah dianggap sebagai kakak, aku dan beliau mendapati bahwa kami menyukai satu lagu yang sama. Bahkan kami menyepakati lagu ini sebagai lagu wajib kami sebagai konselor, yang akan terus mengingatkan kami melayani dengan hati yang murni, seperti emas. Dan aku ingat beberapa waktu pada saat itu Tuhan terus mengingatkanku mengenai kemurnian hati, melalui saat teduh, ibadah di gereja dan juga proses pembentukan melalui kesediaan diri memberikan pertolongan secara intens kepada seorang teman yang membutuhkan.

Purify my heart
Let me be as gold and precious silver
Purify my heart
Let me be as gold, pure gold

Refiner's fire
My heart's one desire
Is to be holy

Set apart for You, Lord
I choose to be holy
Set apart for You, my Master
Ready to do Your will

Purify my heart
Cleanse me from within
And make me holy

Purify my heart
Cleanse me from my sin
Deep within

Semakin hari kemurnian hatiku semakin diuji oleh Tuhan, aku menyadari itu karena aku yang memintanya, meminta supaya Tuhan terus melatihku untuk memurnikan hati. Sejujurnya aku merasa sangat berat, sangat sakit, aku ingin menangis sekeras-kerasnya ketika menuliskan ini.

God Leads, Guides and Counsels Us Through:
 - His Holy Word
– By Reading & Meditating on The Bible, God’s Word
- Regular Communication With God By Praying (Talking) & Listening to God Every Day
- Our Visions, Convictions, Dreams, Aspirations and Passions
- Opportunities We Have, i.e. Opportunities God Brings Our Way
- Godly Advice From Others
- God Speaking to us, Speaking to our Hearts
- Doing His Will (From His Word), Walking in His Way, Humbly Living Our Lives For Him
– We learn to know what pleases God

The Test of Knowing Him
 Now by this we know that we know Him, if we keep His commandments. He who says, “I know Him,” and does not keep His commandments, is a liar, and the truth is not in him. But whoever keeps His word, truly the love of God is perfected in him. By this we know that we are in Him. He who says he abides in Him ought himself also to walk just as He walked.” (NKJV)

The Ten Commandments – Exodus 20: 2-13 – Still very relevant today!!!
In summary, live a life that pleases God by reading and following his word,

Ini tulisan teman KTB semasa SMA,sangat menyentuh dan -mendarat-, dengan pengajaran dan pemahaman yang benar..
 Silahkan dinikmati

Marriage

Pernikahan harusnya menjadi rencana Allah.
Mengapa kita merasa bahwa kita berhak atas pernikahan.
Allah yang menganugerahkan segala sesuatu.
Allah yang memberikan pernikahan,
Allah yang memberikan cinta,
Allah yang menciptakan laki – laki dan perempuan.
Namun seringkali kita merasa kita berhak atas pernikahan.


Allah menganugerahkan kepada kita cinta yang tidak terbatas, bukti cinta itu nyata kita lihat melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Tidak akan ada kisah cinta sejati yang dapat mengalahkan peristiwa salib. Dengan cinta-Nya yang begitu besar itu, ia memampukan kita mencintai orang lain, mencintai sesama kita. Cinta itu harusnya lahir dari Allah sendiri.

Allah juga yang merancang ide pernikahan, menyatukan kedua insan dengan prinsip kesepadanan, di dalam institusi yang didasarkan pada Kristus. Allah yang mempersatukan dua daging menjadi satu tubuh. Allah melalui Roh Kudus memimpin pernikahan menjadi keluarga misi yang menjadi berkat bagi sesama manusia. Allah yang mengubah hati pria menjadi seorang ayah, dan wanita menjadi seorang ibu. Allah yang mengijinkan sebuah pasangan memiliki keturunan, mengijinkan seorang wanita memiliki janin dalam perutnya dan melahirkan dengan penuh kesakitan. Membuat seorang pria bangga di balik kaca rumah sakit karena tangisan kecil seorang bayi.

Karena anugerah dan kasih-Nya yang begitu besarlah, seorang suami dan ayah dapat mencintai istri dan anaknya dalam suka dan duka sebagaimana janji suci yang diikrarkan dalam pernikahan. Memilih berada di rumah dibandingkan hangout dengan teman – teman prianya. Memilih mengantarkan anaknya pergi ke gereja pagi dibandingkan tidur. Memilih membantu istrinya di rumah dibandingkan menonton pertandingan sepak bola bersama teman – teman lamanya.

Karena kasih Allah pula yang memampukan

Dear Single Girl,

I don’t know you personally, yet, but there are a few things I want to tell you with the hope that I will get to know you some day. Actually, there are 5 things I want you to know:

1. How to get a man’s attention. The guy that you are looking for isn’t attracted to charm as much as he is Godliness because beauty fades but Godliness GROWS (1 Peter 3:3-5). I know that the culture will tell you that guys are turned away and intimidated by girls that love Jesus and have strong values and convictions. Culture is wrong; boys may be turned away by strong convictions, but men are not. Be the woman God has called you to be, and a godly man will notice.

2. Run from “Prince Charming”. Some girls seem to give attention to every smooth talker and cool dresser that comes their way. Please don’t do that; be patient and wait on a man who is concerned with pursuing Jesus, not another trophy. Only give the GROWING, God fearing man a chance to pursue you. Charm is deceitful, and beauty is vain (Prov 31:30).

3. I am just a guy, not a god. A guy will crumble under the weight of being your god. No other person can complete you or make you happy. There are lots of great physical and emotional benefits that come from a relationship, but none of it is enough to sustain a healthy loving marriage if your faith is not in Jesus.





INI LUCUUUU...LOL

Profesi sebagai konselor sekolah merupakan salah satu jawaban Tuhan untuk hidup saya yang sangat saya syukuri. Bagaimana tidak, semua hal yang dahulu saya anggap kelemahan, diubahkan dan dipakai Tuhan menjadi kelebihan yang dapat menolong orang lain. Dahulu,saya sangat khawatir dengan sifat saya yang cerewet, terlalu banyak berbicara, sulit mendengar, kritikus, mudah peka akan kesalahan orang, berlidah tajam dan menusuk, tidak sabar dan tidak mampu untuk sekedar membujuk teman yang sedang menangis. Ego saya terlalu besar untuk itu, bukan karena saya tidak empati, bukan juga tidak mampu merasakan apa yang dia rasakan, sungguh saya tidak tahu bagaimana caranya menghibur orang lain dan sungguh saya tidak paham bagaimana saya harus mengekspresikan rasa sayang dan empati.
Namun melalui pembentukan Tuhan, semua kekurangan tersebut perlahan diubahkan, bahkan dipakaiNya untuk menolong orang lain. Saya sendiri tidak menyadari kapan semua itu bisa berubah, saya mendapati saya sekarang berbeda dengan yang dulu. Walau sejujurnya sampai saat ini saya harus berjuang untuk meninggalkan semua sifat lama saya, sering gagal namun bangkit lagi. Firman Tuhan” Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku  bagimu , sebab justru dalam kelemahanlah, kuasa-Ku  menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”. (2 Korintus 12:9).
Tanpa disadari, saya sekarang seseorang yang (maaf hanya belajar mengenal diri sendiri, bukan menyombongkan atau memuji diri LOL ), tetap cerewet ahahah (walau sudah ada yang mengakui saya tidak cerewet,asyikkk ^^ ) namun sudah lebih mampu untuk menahan diri dari berbicara terlalu banyak dan lebih peka menempatkan kata-kata, sudah “sedikit” lebih mampu untuk mendengar melalui banyak hajaran dari Tuhan, nah, kekritikusan (ko tikus sih pffft) dan kemampuan melihat kesalahan dengan cepat dahulu Tuhan ubah arahnya dan sangat bermanfaat untuk diri saya yang sekarang, saya lebih mudah mengenali peluang-peluang dimana saya bisa memasuki pikiran siswa saya, dengan agak ligat melihat celah dimana saya bisa memperdalam isi cerita kami ke hal-hal yang lebih detail (dulu saya sangat tidak detail, bahkan selalu merasa gagal untuk detail), dan dengan lihai memancing sana sini sehingga tanpa sadar mereka sudah membukakan diri sampai ke alam bawah sadar (Jangan bayangkan saya hebat-hebat amat, saya mungkin agak lebay menggambarkannya, saya biasa aja ko, amatiran).
Setiap hari saya bertemu dengan para remaja dengan berbagai kondisi dan kebutuhan. Saya memiliki peluang yang sangat besar untuk mengetahui apapun yang menjadi beban di hati muda itu. Memiliki kesempatan yang terbuka luas untuk sedikit membalut luka mereka.

Lord, let my heart be good soil, open to the seed of Your word
Lord, let my heart be good soil, where love can grow and peace is understood

When my heart is hard, break the stone away
When my heart is cold, warm it with the day
When my heart is lost, lead me on Your way

Lord, let my heart...
Lord, let my heart...
Lord, let my heart be good soil

Lagi suka banget sama lagu ini,sangat menguatkan..
Walaupun ujung jalan tersembunyi, kutau janji Tuhan kan digenapi..
  1. Tersembunyi ujung jalan,
    hampir atau masih jauh;
    ‘ku dibimbing tangan Tuhan
    ke neg’ri yang tak ‘ku tahu.
    Bapa, ajar aku ikut,
    apa juga maksudMu,
    tak bersangsi atau takut,
    beriman tetap teguh.
  2. Meski langkahMu semua

 Oleh Agung Kurniawan, M.Psi
 
PENDAHULUAN
Psikologi adalah salah satu cabang ilmu modern yang mempelajari dinamika jiwa manusia yang nampak dari perilakunya. Jadi dalam ilmu psikologi untuk memperoleh gambaran mengenai jiwa manusia, diperlukan gambaran dari perilaku yang muncul. Jiwa adalah unsur penting dalam diri manusia yang membedakannya dengan binatang. Dengan adanya jiwa, manusia mampu menyadari keberadaannya, mengenal dirinya, merefleksikan hidupnya, dan menilai lingkungannya. Oleh karena itu, pada awal kelahirannya, psikologi menekankan pentingnya kesadaran. Kesadaran disini meliputi perasaan, pikiran, dan imajinasi. Penilaian seseorang terhadap objek di sekelilingnya bergantung kepada isi pikiran, perasaan, dan imajinasi seseorang. Sebagai contoh, si A dapat menilai sebuah lukisan secara baik jika pikirannya mampu menangkap tingkat kesulitan dalam lukisan itu, perasaan pelukis saat melukiskannya, dan imajinasi campuran warna yang dipakai pada lukisan tersebut.

Faktanya, cara seseorang menilai sesuatu antara satu orang dengan yang lain bisa sama atau berbeda, oleh karena itu para ilmuwan psikologi memberikan suatu istilah kepada keunikan setiap orang dalam menyadari lingkungannya dengan istilah kepribadian. Kepribadian adalah cara unik seseorang dalam memandang, menyadari, dan meresponi lingkungannya. Permasalahan yang muncul berikutnya dalam dunia psikologi adalah bagaimana menilai kepribadian seseorang itu normal atau abnormal. Kriteria yang dipakai selama ini untuk membedakan kepribadian seseorang itu normal atau abnormal adalah apakah kepribadian orang tersebut menimbulkan gangguan pada orang lain dan diri sendiri. Hal tersebut menjadi salah satu alasan bagi para psikolog maupun psikiatri untuk tidak memasukkan kembali homoseksual ke dalam daftar gangguan (DSM IV-revised) karena kaum homoseks dianggap tidak mengganggu masyarakat dan fungsi hidup mereka sendiri. Terlepas dari perdebatan panjang masalah gangguan homoseksual, satu pertanyaan yang mungkin perlu kita renungankan bersama adalah apakah suatu gangguan kepribadian hanya milik segelintir orang saja ataukah semua orang pada dasarnya sedang mengidap suatu gangguan tanpa terkecuali?

SEKILAS PANDANG PSIKOLOGI MODERN
Meskipun pada umumnya para ahli psikologi maupun psikiatri memakai dua kriteria tersebut untuk menilai apakah suatu kepribadian mengalami suatu gangguan atau tidak, akan tetapi masing-masing ahli mempunyai tolok ukur masing-masing berkaitan dengan dua kriteria tersebut. Perbedaan tolok ukur masing-masing ahli dibedakan berdasarkan mazhab atau aliran yang dianut oleh mereka. Dalam ilmu psikologi, kajian teori kepribadian terbagi menjadi tiga mazhab utama yaitu

Lagu ini selalu menguatkanku di saat aku sering khawatir dengan hidupku. Terus diingatkan untuk bersandar penuh kepada Tuhan, jadilah padaku sesuai dengan firmanNya, sesuai dengan janjiNya..:)


[Chorus:]
Be it unto me
According to Your Word
According to Your promises
I can stand secure
Carve upon my heart
The truth that sets me free
According to Your Word O Lord
Be it unto me

You promised Your word will deliver
Lord, we believe it's true
You promised us joy like a river
Lord we receive it from You
These things you have spoken
And you're bringing to pass
This world's disappearing
But Your word will last

[Chorus]

You promised to carry our sorrows
Lord, we believe it's true
You promised unending tomorrows
Lord we receive them from You
You'll be our Provider
In Your word it's revealed
By the strifes that You bore
Lord We have been healed

[Chorus]

Setiap kita pernah melalui masa meratap bukan? Sungguh, malam ini aku meratap kepada Tuhan sang penolong yang sejati. Ada sedikit konflik yang terjadi dalam diriku, berkaitan dengan perencanaan hidup ke depan dan kaitannya dengan kondisi keluarga.
Aku sedang berada pada zona abu-abu dimana aku dilanda kebingungan kemana kakiku harus melangkah, antara menyengkan keluarga pada saat ini juga tetapi menunda bahkan membunuh mimpi, atau menata masa depan dan mimpi itu namun menunda menyenangkan keluarga.
Aku tau, bahkan sangat tau bahwa apapun yang menjadi keputusanku menimbulkan konsekuensi. Namun apa yang aku lakukan? Seakan aku diam dan tidak melakukan apa-apa, sungguh bodoh dan tidak bijaksana. Aku seakan berjalan sendiri dan harus menentukan semuanya ini sendiri. Beginilah dunia orang dewasa yang dituntut mandiri dan bijaksana.
Sampai sejauh ini aku masih terus menata masa depanku, perencanaan ke depan itu

Aku sangat diberkati melalui artikel ini. Semoga pembaca juga diberkati dan semakin setia menggumulkan teman hidup.

(Dipersembahkan bagi para lajang Kristen)

Pemudi kesayangan Allah, ketika aku memperhatikanmu malam ini, aku berharap dapat memperoleh kesempatan untuk bercakap-cakap denganmu. Aku memperhatikan wajahmu yang cantik sementara engkau menyanyi dan menyembah. Engkau mengingatkanku akan diriku sendiri tujuh tahun yang lalu.

Sehabis kebaktian, aku memperhatikan bagaimana engkau masuk ke dalam mobil dengan seorang pemuda yang tak mengenal Allah. Memang benar dia berada di gereja malam ini, dia bahkan maju ke depan dan menitikkan sedikit air mata. Aku yakin engkau takkan bersedia menerima pendapat bahwa bagi dia, hal tersebut merupakan tanda diakhirinya sesuatu.

Tujuh tahun silam aku berada di dalam keadaan seperti dirimu. Aku telah mengenal Allah sejak awal masa remajaku dan bertumbuh di bawah khotbah dan pengajaran yang diurapi Allah. Aku tak kekurangan teman-teman pemuda maupun mereka yang mengajakku pergi, seperti yang seringkali terjadi di dalam gereja dimana para pemudi jumlahnya lebih banyak dari para pemuda. Beberapa pemuda yang amat baik dan penuh pengabdian mencoba mendekatiku, namun iblis yang tak pernah lalai memperhatikanku, menunggu dengan sabar untuk menjerat jiwaku, dan ia melihatku ketika aku sedang suam-suam kuku. Aku memang masih pergi ke gereja dan memainkan acordionku dan menyanyi dan melakukan semua hal-

Tuhanku, yang karena kematianMu aku layak menikmati hidup, layak melayani, layak beroleh hidup kekal..
Aku menyadari bahwa waktuku semakin mendekati masa itu..
Masa dimana aku harus mengerjakan sesuatu, berkarya bagi bangsa ini..
Tuhan tunjukkan kepadaku bagian itu, bagian yang Kau janjikan akan kau percayakan secara khusus kepadaku.
Ataukah aku masih kurang peka dengan semua tanda yang Engkau bukakan kepadaku?
Tuhan, aku mencoba memaknai setiap puing kejadian yang kualami..
Dan aku menemukan suatu kondisi yang secara perlahan menggerogoti pertahananku, menyakitkan hati..Menyesakkan dada ..Seperti mau pecah rasanya Tuhan..
Bahkan mampu membuat pelupuk mataku begitu panas..
Adakah yang lebih menyedihkan dibandingkan hal ini Tuhan?Adakah hal yang lebih sakit dibanding kenyataan ini?
Aku memandang seorang nenek tua, dengan gendongan bakul yang besar di pundaknya.